Corona di Bali

Limbah Medis di BRSU Tabanan Naik 2 Ton Per Bulan di Masa Pandemi, Didominasi Limbah APD

Volume limbah medis di BRSU Tabanan di masa pandemi ini meningkat rata-rata 27,52 persen dibandingkan tahun 2019 lalu.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Seorang petugas rumah sakit dengan mengenakan APD saat membawa tong sampah limbah medis di BRSU Tabanan belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Volume limbah medis di BRSU Tabanan di masa pandemi ini meningkat rata-rata 27,52 persen dibandingkan tahun 2019 lalu.

Peningkatan tersebut lebih dominan bersumber dari penggunaan APD setiap harinya.

Namun, BRSU Tabanan sudah menangani secara serius dengan bekerja sama dengan jasa transporter untuk pengangkutan dan selanjutnya diolah ke tempat pengolahan di Jawa. 

Baca juga: Perkara Jerinx Berlanjut, Tim Jaksa Ajukan Banding, Putusan Hakim Dianggap Belum Berikan Efek Jera

Baca juga: Pusat Kebudayaan Bali Akan Dibangun Pakai Dana Pinjaman PEN, Koster:Makin Cepat Dibangun Makin Bagus

Baca juga: Pemkab Gianyar Gelontorkan Rp 8 M untuk Lampu Penerangan Jalan, Dipilih yang Punya Nilai Artistik

Menurut data yang diperoleh dari BRSU Tabanan, total limbah medis yang dihasilkan selama tahun 2019 berjumlah 65,383 kilogram atau 65 ton dengan jumlah perbulannya di kisaran 4-6 ton.

Sedangkan hingga bulan Oktober 2020 ini atau di masa pandemi jumlah limbah medis sebanyak 71,517 kilogram atau 71,5 ton lebih.

Perbulannya, jumlah limbah medis yang dihasilkan 5-8 ton.

Baca juga: Pemkot Denpasar Terima DIPA 2021 dan Dana Transfer Daerah dari Pusat Senilai Rp 958 Miliar

Baca juga: Selain Jadi Ad Interim Menteri KP, Luhut Pernah Mengisi Sementara 2 Posisi Menteri Ini

Baca juga: Selain Jadi Ad Interim Menteri KP, Luhut Pernah Mengisi Sementara 2 Posisi Menteri Ini

"Untuk limbah medis di masa pandemi ini memang ada kenaikan sekitar 2 ton per bulannya dibandingkan tahun lalu," kata Kepala Bidang Penunjang Non-Medik BRSU Tabanan, dr I Wayan Doddy Setiawan seizin Direktur BRSU Tabanan dr Nyoman Susila, Kamis (26/11/2020). 

Dia melanjutkan, sesuai data yang tercatat ada kenaikan jumlah di masa pandemi ini dengan rata-rata 27,52 persen.

Kenaikan volume ini lebih dominan bersumber dari Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan setiap harinya oleh tenaga kesehatan di BRSU Tabanan. 

Baca juga: Disdikpora Karangasem Kaji Rencana Belajar Tatap Muka

Baca juga: CCAI Fokus Meraih Peluang dan Hasil Terbaik Melalui Adaptasi di Era Kebiasaan Baru

Baca juga: Ribuan Guru Masih Terima Honor Rp 150-300 Ribu Per Bulan, PGRI Harap Pemerintah Perjuangkan Guru 

Dr Doddy menegaskan, meskipun terjadi peningkatan pihaknya sudah melakukan penanganan secara serius dan bekerja sama dengan jasa transporter untuk pengangkutan dan selanjutnya diolah ke tempat pengolahan di Jawa.

Kemudian untuk di rumah sakit sendiri, pihaknya tak lagi melakukan pemilahan limbah medis ini.

Sebab, setiap tenaga kesehatan sudah melakukan pemilahan secara mandiri di masing-masing unit karena telah disediakan tempatnnya.

Baca juga: Promo Indomaret 26 November 2020, Diskon Minyak Goreng, Deterjen hingga Aneka Camilan

Baca juga: Korban Terorisme Bom Bali I dan II Direncanakan Terima Kompensasi pada Desember Mendatang

Kemudian juga disediakan dua orang petugas yang mengangkut limbah medis dari setiap unit tersebut. 

"Jadi kita sudah tangani dengan baik. Meskipun tidak memiliki incinerator, untuk pengolahan limbah medis rumah sakit ini digunakan transporter yang mengirim limbah tersebut ke tempat pengolahan limbah di daerah Jawa," jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan limbah infeksiksius (limbah B3) di masa pandemi, mengacu pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menjamin pengolahan limbah yang aman bagi lingkungan, aman bagi pasien dan aman bagi karyawan RS. 

"Jadi sesuai aturan, limbah medis ini diangkut setiap dua hari sekali oleh jasa transporter tersebut," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved