Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Dua Kali Abrasi, Tebing di Pantai Mengening Badung Bali Kondisinya Memprihatinkan 

Tebing di jalan raya Pantai Mengening Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung sampai saat ini belum juga ada perbaikan.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Agus Aryanta
Kondisi Tebing di jalan raya Pantai Mengening Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung yang jebol pada Kamis 28 Januari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Tebing di jalan raya Pantai Mengening Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung sampai saat ini belum juga ada perbaikan.

Padahal tebing itu sudah  mengalami abrasi dua kali.

Bahkan kondisinya pun sangat memprihatinkan lantaran kondisinya sudah hampir mengikis jalan menuju Pura Gede Luhur  Batu Ngaus  yang lokasinya di areal tersebut.

Sebelumnya tebing itu diketahui longsor pada bulan Oktober 2020 lalu.

Namun karena tidak ada perbaikan tebing itu pun kembali dilaporkan  longsor beberapa minggu kemarin.

Abrasi Ancam Pura di Pantai Saba Blahbatuh, Jro Mangku Geser Warung Ke Jarak Aman

Tahun 2021, Penanganan Abrasi di Klungkung Hanya Dua Titik, Dianggarkan Rp 820 Juta

Dinas PUPR Badung Berkomitmen Segera Tangani Pantai Kuta yang Tergerus Abrasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung pun langsung melakukan pendataan dan memberi garis pembatas  (police line). 

Pantauan Tribun Bali dilokasi pada Kamis 28 Januari 2021 kondisi tebing yang jebol karena abrasi kurang lebih panjangnya 15 meter dengan tinggi kurang lebih 5 meter.

Kondisinya pun sangat membahayakan lantaran bisa saja kembali longsor karena terkikis air laut. 

Jika sampai terkikis kondisi jalan yang ada di atas tebing juga ikut ambruk. Untuk diketahui jalan tersebut merupakan jalan menuju Pura Gede Luhur  Batu Ngaus.

Salah satu warga yang ditemui di lokasi mengatakan jebolnya tebing sudah terjadi beberapa bulan yang lalu. Bahkan waktu ini kembali terkikis hingga menyebabkan jebol kembali.

“Iya sudah beberapa bulan lalu jebol, tidak ada perbaikan dari pemerintah. Kemarin BPBD yang kesini,” jelasnya.

Kedatangan BPBD ini, katanya untuk memberikan garis police line atau pembatas agar tidak ada orang yang dekat disana, lantaran kondisinya sangat membahayakan. 

Mantan Kepala Desa Cemagi, Ketut Wirama saat  yang dikonfirmasi terpisah juga mengatakan tanah longsor terjadi sudah terjadi dari beberapa bulan yang lalu.

Petani Garam di Pesisir Karangdadi Klungkung Mengeluh, Ladang Penggaraman Terus Tergerus Abrasi

Abrasi di Pesisir Pantai Banjar Dinas Tukad Ampel, Senderan Penahan Ombak hingga Sekaa Pat Roboh

Warga Keluhkan Penangan Abrasi di Pebuahan Banyubiru Jembrana

Namun sampai saat ini belum ada perbaikan.

“Sebenarnya si sebelumnya pada tahun 2020 sudah mau diperbaiki. Namun karena kondisi covid-19 ini jadi ditunda,” katanya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved