Breaking News:

Berita Klungkung

Pilkel Serentak 2021 Diikuti 11 Desa, Pemkab Klungkung Anggarkan Rp600 Juta

Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak tahap ke 3, rencananya akan digelar pada tahun 2021 ini.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pelantikan kepala desa pada Pilkel terpilih tahun 2020 lalu. Tahun ini Pilkel serentak akan digelar di 11 desa. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak tahap ke 3, rencananya akan digelar pada tahun 2021 ini.

Ada 11 desa di Klungkung yang akan menggelar pemilihan perbekel ini, dan sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp600 juta. 

Kepala  Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) Klungkung I Wayan Suteja mengatakan, Pilkel serentak tahun ini akan diikuti oleh 11 desa yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Klungkung.

Pemkab Klungkung pun mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta, untuk Pilkel di 11 desa.

Tahun 2021, 11 Desa di Klungkung Ikuti Pilkel Serentak

34 Desa di Badung Akan Gelar Pilkel Serentak, Kadis PMD Sebut Tiap TPS Maksimal untuk 500 Pemilih

Bagi Warga yang Tak Gunakan Masker, Tidak Akan Diizinkan Masuk ke TPS Saat Pilkel Serentak di Badung

Setiap desa akan memperoleh anggaran yang bervariasi, kisaran dari Rp20 Juta sampai 60 Juta per desa, menyesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

"Paling kecil desa memperoleh anggaran Rp20 Juta dan paling besar Rp60 Juta sesuai dengan jumlah DPT di masing-masing desa," ungkapnya. 

Adapun 11 desa yang akan mengikuti pilkel serentak tahun ini, di Kecamatan Klungkung ada tiga desa yang mengikuti Pilkel yakni Desa Selisihan, Tegak, dan Akah.

Kecamatan Dawan 1 desa yaitu Desa Gunaksa. Kemudian di Kecamatan Nusa Penida 3 desa, meliputi Desa Sekartaji, Bungamekar, dan Lembongan.Terakhir di Kecamatan Banjarangkan sebanyak 4 desa, terdiri atas Desa Bungbungan, Getakan, Banjarangkan, serta Negari.

" Tahapan Pilkel mulai dari pendaftaran, penjaringan serta penyaringan calon perbekel direncanakan dimulai pada April dan Mei mendatang."

"Ini karena  dari 11 desa yang akan mengikuti pilkel, ada desa yang masa jabatan perbekelnya baru berakhir pada awal bulan November mendatang," ungkap Wayan Suteja, Jumat 29 Januari 2020. 

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved