Breaking News:

Epidemiolog: Virus Nipah Berpotensi Jadi Pandemi, Jauh Lebih Besar dari Covid-19

Seorang epidemiolog mengungkapkan tentang ancaman virus Nipah yang berpotensi menjadi pandemi dan menyebabkan banyak kematian

Peter Hooper/CSIRO/Wikimedia via Kompas.com
Virus Nipah yang ditemukan pada paru-paru babi di Malaysia. Seorang epidemiolog mengungkapkan tentang ancaman virus Nipah yang berpotensi menjadi pandemi dan menyebabkan banyak kematian. 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang epidemiolog mengungkapkan tentang ancaman virus Nipah yang berpotensi menjadi pandemi dan menyebabkan banyak kematian.

Berikut ini penjelasan selengkapnya tentang virus Nipah dan potensinya menjadi pandemi.

Epidemiolog dari Grififth University Australia, Dicky Budiman, mengatakan ancaman pandemi ke depan akan semakin sering.

Sebagai peneliti, selama dua dekade terakhir saja dirinya telah menyaksikan hampir setiap lima tahun ada pandemi dan epidemi.

Satu di antaranya adalah virus Nipah yang disebut memiliki potensi menjadi pandemi dengan angka kematian mencapai 40 hingga 75 persen.

Virus Nipah di China yang Disebarkan Kelelawar Berpotensi Jadi Pandemi Berikutnya

"Virus Nipah memang sejak awal tidak pernah luput dari pemantauan.

Karena memiliki potensi pandemi," kata Dicky Budiman saat dihubungi Tribunnews, Minggu 31 Januari 2021.

Dicky mengatakan suatu penyakit memiliki potensi pandemi karena virus baru untuk manusia dan merupakan zoonatic virus, yakni virus yang mulanya ada di hewan.

Karena sebelumnya tidak ada pada manusia, maka manusia tidak memiliki kekebalan pada virus tersebut, sehingga bisa menjadi pandemi.

"Potensinya untuk menjadi pandemi jauh lebih besar dari Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved