Epidemiolog: Virus Nipah Berpotensi Jadi Pandemi, Jauh Lebih Besar dari Covid-19
Seorang epidemiolog mengungkapkan tentang ancaman virus Nipah yang berpotensi menjadi pandemi dan menyebabkan banyak kematian
"Kelelawar buah jadi host atau inang asli dari virus Nipah ini," katanya
Dicky mengatakan, virus Nipah memiliki masa inkubasi yang panjang.
Yakni mencapai satu bulan bagi makhluk hidup yang terindikasi.
Gejalanya pun beragam, ada yang tidak bergejala.
Tapi ada juga yang sampai menyebabkan gejala infeksi pernapasan, bahkan menyerang otak.
Virus Nipah merupakan satu dari 16 patogen ancaman yang diidentifikasi WHO menjadi ancaman kesehatan dunia karena berpotensi menjadi pandemi.
Namun, virus ini belum mendapat dukungan riset untuk mengantisipasi ancaman jika menjadi wabah.
Yang membuat khawatir ketika virus ini menjadi wabah di manusia adalah belum ada obat yang memadai untuk mengatasinya.
Belum ada vaksin untuk mengatasi pandemi dari virus Nipah tersebut.
Walaupun virus ini disebut sudah terdeteksi lama.
• Setelah Covid-19, Virus Nipah Menjadi Ancaman Baru Warga Dunia, Diduga Berasal dari Kelelawar
"Belum ada obat yang bisa meng-handle penyakit ini.
Yang tentunya akhirnya bisa menyebabkan situasi menjadi buruk," katanya.
Dicky mengatakan bahwa masuknya dunia ke era pandemi salah satunya disebabkan oleh perilaku manusia sendiri yang mengabaikan keseimbangan alam.
Pembabatan hutan dan perilaku yang tidak harmonis antara manusia dan alam membuat dunia semakin rawan terhadap pandemi.
"Perubahan iklim makin memperburuk situasi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/virus-nipah-yang-ditemukan-pada-paru-paru-babi-di-malaysia.jpg)