RSUD Buleleng

Ruang Khusus di RSUD Buleleng Ini Bisa Serap Partikel Virus dari Pasien Covid-19, Dipakai Siang Ini

Disebut khusus, karena ruangan ini dilengkapi mesin bertekanan negatif, yang mampu serap partikel mikro.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Sunarko
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dirut RSUD Buleleng, dr Arya Nugraha meninjau ruang khusus pasien Covid-19, yang dilengkapi mesin bertekanan negatif. Dengan mesin khusus itu, ruangan yang mulai beroperasi pada Senin 1 Februari 2021 ini mampu menyerap partikel mikro seperti virus, kuman dan bakteri yang dikeluarkan dari tubuh pasien yang dirawat di ruangan itu. 

Oleh wartawan Tribun Bali: Ratu Ayu Astri Desiani 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ruang perawatan pasien khusus dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) mulai Senin 1 Februari 2021 ini dioperasikan oleh RSUD Buleleng.

Ada empat buah ruangan khusus itu. Disebut khusus, karena ruangan ini dilengkapi mesin bertekanan negatif, sehingga partikel mikro seperti kuman, virus maupun bakteri yang terlepas dari tubuh pasien, dapat diserap.

Dengan demikian, udara yang dilepaskan ke luar ruangan khusus ini terbebas dari bakteri, kuman maupun virus.

4 Ruang Bertekanan Negatif Berstandar WHO di RSUD Buleleng Rampung, Mulai Beroperasi 2021

Dari pantauan di lokasi, ruangan tersebut berada di gedung Lely RSUD Buleleng. Ruangan khusus yang baru dioperasikan itu dibangun sejak pertengahan Desember 2020 lalu.

Baru beroperasi, ruang tersebut akan digunakan oleh tiga pasien pasien Covid yang dalam keadaan kritis dan bergejala berat.

Selain dilengkapi mesin bertekanan negatif, ruangan yang masing-masing hanya dapat digunakan untuk satu paisen itu juga memiliki penyaring udara, dilengkapi kamera CCTV, ventilator oksigen dan kamar mandi.

Badung Berencana Tambah 100 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi RSD Mangusada

Selain ruang isolasi bertekanan negatif, RSUD Buleleng  juga menambah satu ruang isolasi yang dapat menampung lima pasien Covid bergejala sedang.

Ruangan tersebut juga dibangun di gedung Lely, dengan dilengkapi fasilitas AC, oksigen ventilator, exhaust fan, dan penyaring udara.

Kepala Ruangan Lely, dr I Nyoman Agus Juliana mengatakan, ruang isolasi bertekanan negatif ini dibuat oleh pihaknya untuk keselamatan nakes (tenaga kesehatan), yakni agar mereka terhindar dari penularan Covid-19.

Selain itu, adanya ruangan ini juga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien Covid yang kritis dan bergejala berat.

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Manajemen Bandara Ngurah Rai Terima Bantuan 4 Ribu Masker

Siang ini, tercatat ada tiga pasien bergejala berat yang akan dipindahkan dan dirawat di ruang isolasi bertekanan negatif tersebut. Sebelumnya, pasien bergejala berat itu dirawat di gedung Jempiring RSUD Buleleng.

"Pengawasan dan monitoring bisa lebih ketat kami lakukan, mendekati dengan apa yang disyaratkan oleh WHO," jelas dr I Nyoman Agus Juliana.

Sementara itu, Dirut RSUD Buleleng dr Putu Arya Nugraha mengatakan, hingga saat ini pihaknya memiliki tiga gedung khusus untuk merawat pasien Covid-19, dengan daya tampung mencapai 60 orang.

"Gedung Lely kami gunakan untuk merawat pasien gejala berat dan sedang. Gedung Flamboyan untuk OTG dan bergejala ringan. Dan gedung Jempiring untuk pasien bergejala sedang," jelasnya.

Menkes Budi G.Sadikin: Minggu Ke-3 Februari Akan Siap 12 Juta Dosis Vaksin

Arya tidak memungkiri, semua gedung yang digunakan untuk merawat pasien Covid sejatinya harus bertekanan negatif.

Namun karena terbatasnya anggaran yang dimiliki, ruang bertekanan negatif ini hanya diberikan khusus untuk pasien Covid bergejala berat dan kritis. Sebab,  kuman maupun virus yang ada pada pasien bergejala berat lebih rentan menularkan.

"Biacara soal penyakit infeksi menular, semua ruangan memang seharusnya bertekanan negatif. Saat ini memang dalam keadaan wabah, jadi pasien Covid terlihat sangat banyak," katanya.

"Setelah dalam keadaan tidak ada wabah, pasien seperti ini kan tidak banyak, paling hanya ada pasien TBC dan resistensi obat. Sehingga, menjadi tidak realistis jika yang bertekanan negatif ini kami buat di banyak ruangan. Meski ruang lain tidak bertekanan negatif, kan kami sudah setting sesuai dengan standar juga. Menggunakan exhaust fan, dan ruang tersendiri," imbuh dia.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved