Berita Bali
Soal Usulan Bagi-bagi Bibit Babi Gratis di Bali Karena Langka, PHMI: Lebih Baik BLT untuk Peternak
Sekretaris PHMI Putu Ria Wijayanti mengatakan, pembagian bibit babi gratis harus dikaji dari sisi efisiensi, usulan pembagian bibit gratis dirasa
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkumpulan Peternak Hewan Monogastrik Indonesia (PHMI) angkat suara mengenai efektivitas berkaitan dengan usulan bantuan bibit babi gratis bagi para peternak akibat kelangkaan yang melanda di Bali.
Sekretaris PHMI Putu Ria Wijayanti mengatakan, pembagian bibit babi gratis harus dikaji dari sisi efisiensi
Menurutnya, usulan pembagian bibit gratis dirasa kurang efektif bagi para peternak.
"Dari pada Bapak Ibu Pimpinan membagikan bibit babi gratis, lebih baik kasih BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk peternak sebagai subsudi harga pakan yang terus melambung, atau bantuan beli babi ke peternak untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat pada saat hari raya," kata Ria kepada Tribun Bali, Selasa 2 Februari 2021.
Menurut Ria, menyebarkan bibit babi gratis hanya akan menyuburkan peternak musiman.
• Peternak Babi di Bali Menjerit, Harga 1 Ekor Sampai Rp 1 Jutaan, Bibit Babi Makin Langka dan Mahal
"Justru ini akan sangat merugikan buat mereka yang memang berprofesi sebagai peternak," ujar dia.
Peternak musiman mengandalkan bibit gratis biasanya tidak keberatan babi dibeli murah karena tidak ada biaya pembelian bibit.
"Kondisi ini mohon dipahami, jangan sampai bantuan Bapak Ibu menjadi racun yang justru mematikan peternak sendiri," ujarnya.
Seperti diketahui, bahwa populasi babi mengalami penurunan karena wabah.
Akibatnya ketersediaan babi menipis dan harga melambung.
Karena harga melambung orang pun ingin memelihara.
"Mulailah orang berbondong bondong membeli bibit, karena bibit terbatas, harga bibit pun naik. Yang pengen beternak jadi kesulitan," sebutnya.
Untuk solusinya, apabila pemerintah membagikan bibit babi gratis harus dipahami bahwa di Bali saja sekarang bibit susah dan mahal.
"Waktu harga bibit murah, lebih murah dari pada harga sandal jepit. Kok tidak diborong saja ? Terus bagi-bagi bibit gratis untuk masyarakat. Masyarakat terbantu, peternak tertolong. Lah sekarang, giliran bibitnya mahal malah mau beli trus dibagi-bagi gratis ?," paparnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sekretaris-phmi-putu-ria-wijayanti-sedang-berada-kandang-ternak-babi-di-bali.jpg)