Berita Bali
Soal Usulan Bagi-bagi Bibit Babi Gratis di Bali Karena Langka, PHMI: Lebih Baik BLT untuk Peternak
Sekretaris PHMI Putu Ria Wijayanti mengatakan, pembagian bibit babi gratis harus dikaji dari sisi efisiensi, usulan pembagian bibit gratis dirasa
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
"Anggap saja program itu berjalan. Bibit dari luar kemudian didatangkan, populasi meledak, lalu harga babi jatuh, apakah pemerintah mau menanggung kerugian peternak ?" tanya Ria.
• Soal Babi yang Langka di Pasaran, DPRD Bali Minta Pemprov Bagikan Bibit Gratis
Hal inilah yang harus dipikirkan pemerintah.
"Ini yang saya bilang jangan sampai Bapak Ibu Pimpinan ambil, kebijakan manis manis bikin kencing manis, bukannya kami tidak tau diri, mau dikasih bantuan kok menolak. Atau ingin untung sendiri tidak mau bagi bagi peluang pada yang lain," ujar dia
"Selama bantuannya tidak tepat sasaran, yang malah membuat jalan kami di depan malah makin berat. Tentu kami menolak," sebutnya.
Sebab jika ingin membentuk ekonomi yang kuat melalui sektor peternak babi jangan sampai muncul peternak karbitan.
"Digoyang isu sedikit, langsung jual ternak murah. Digoyang iklan sepeda motor terbaru, langsung buka diskon besar-besaran. Yang akan rugi adalah mereka yang betul betul beternak demi ekonomi keluarga," tegasnya.
Lanjut dia, bahwa masyarakat Bali sudah babak belur di sektor pariwisata. Masyarakat mau tidak mau harus berpikir bagaimana caranya bertahan hidup.
Sektor yang masih bisa dibuat bertahan hidup terutama bagi mereka yang harus kembali ke desa adalah Pertanian dan Peternakan.
"Kalau sektor ini masih diobrak-abrik dengan kebijakan "cari selamat sesaat" dan digorang goreng dengan isu-isu penyakit atau virus yang bikin orang malas jadi peternak atau petani, lalu kita mau bagaimana lagi?," kata dia.
"Bibit babi gratis, agar bisa turunkan harga babi. Setelah turun peternak menjerit," pungkas dia.
Dewan Minta Bagikan Bibit Gratis
Sebelumnya diwartakan Tribun Bali, Populasi babi Bali menurun hingga 42,31 persen.
• Populasi Babi di Bali Turun hingga 42 Persen, Harga Bibit dan Daging Jadi Naik
Hal ini dikarenakan babi Bali sempat mengalami suspect African Swine Fever (ASF).
Akibatnya, harga bibit dan daging babi menjadi melonjak di pasaran.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry ikut angkat bicara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sekretaris-phmi-putu-ria-wijayanti-sedang-berada-kandang-ternak-babi-di-bali.jpg)