Breaking News:

Berita Jembrana

Warga Jembrana Bali Diminta Waspadai Angin Kencang Hingga Hujan Lebat di Puncak Musim Hujan Februari

Puncak musim penghujan di Februari ini selama beberapa hari, Kabupaten Jembrana kenapa diguyur hujan lebat. Ada beberapa kewaspadaan yang mesti dilak

Tribunnews
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Puncak musim penghujan di Februari ini selama beberapa hari, Kabupaten Jembrana kenapa diguyur hujan lebat.

Ada beberapa kewaspadaan yang mesti dilakukan oleh warga Bumi Makepung.

Sebab, Bulan Februari ini menjadi puncak dari musim penghujan itu sendiri.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jembrana sendiri memantau bahwa potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir akan terjadi dalam sebulan ini.

Bahkan, ada pantauan potensi gelombang setinggi 5 meter di perairan selatan Bali.

Bali Diguyur Hujan dan Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG Wilayah III Denpasar

Heboh Suara Dentuman di Malang Terdengar Berkali-kali, BMKG: Bukan Getaran Gempa Bumi atau Petir

Berikut Peringatan Dini Cuaca dari BMKG Selama 2 Hari Kedepan Untuk Wilayah Bali

“Sejak beberapa hari terakhir ini, terpantau potensi gelombang tinggi dari adanya fenomena pertemuan angin di sekitar perairan selatan Bali. Di wilayah perairan selatan Bali, termasuk perairan selatan Jembrana, ada potensi gelombang yang bisa mencapai setinggi 5 meter,” ucap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kabupaten Jembrana, Agit Setioko, Rabu 03 Februari 2021.

Agit menuturkan, bahwa potensi gelombang tinggi sekitar 3,5 meter juga bisa terjadi di perairan selat bali.

Prediksinya, bahwa akan dapat terjadi 2 hingga 3 hari ke depan maupun hingga Sabtu 6 Februari 2021 mendatang, seiring dengan pertemuan angin di perairan selatan Bali yang kemungkinan sudah akan beralih ke utara, dan menjauhi wilayah Bali. 

“Kemungkinan bisa terjadi dua hingga tiga hari untuk gelombang tinggi. Maka dari itu warga wajib untuk mewaspadainya,” ungkapnya. 

Agit mewanti-wanti, untuk nelayan, pelaku wisata bahari, pengguna transportasi air supaya lebih berhati-hati.

Sebab, di bulan Februari merupakan puncak musim penghujan.

Dimana potensi hujan lebat terjadi sewaktu-waktu dengan disertai angin kencang dan petir.

Termasuk ada potensi pertumbuhan awan konvektif maupun awan kumulonimbus berupa gumpalan awan gelap yang bisa disertai hujan badai hingga angin puting beliung.

“Itu prediksi kami dan semoga menjadi perhatian dan warga tetap melakukan pemantauan di situs resmi kami dan juga twitter,” pungkasnya. 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved