Breaking News:

Pejabat Dispar Buleleng Jadi Tersangka

Kronologis Kasus Mark-up Biaya Hotel Rp 656 Juta di Buleleng Hingga 8 Pejabat Dispar Jadi Tersangka

Dinas Pariwisata Buleleng membuat program Explore Buleleng yang bertujuan untuk memromosikan wisata di tengah pandemi Covid-19

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kajari Buleleng I Putu Gede Astawa (tengah) saat mengumumkan delapan pejabat di Dispar yang ditetapkan sebagai tersangka, Kamis 11 Februari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Tak tanggung-tanggung, delapan orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan mark-up biaya hotel dalam program Explore Buleleng.

Kedelapan orang tersebut adalah pejabat di Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng, yang diduga melakukan mark-up senilai Rp 656 juta.

Bagaimana kronologis kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata yang ditujukan untuk memulihkan pariwisata di tengah masa pandemi ini terjadi?

Berawal dari dana hibah pariwisata dari pemerintah pusat melalui Kementrian Parwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar Rp 1,1 triliun yang dikucurkan untuk Provinsi Bali pada Oktober 2020.

Dana hibah pariwisata ini kemudian dibagi-bagi kepada sembilan kota/kabupaten di Bali.

Baca Juga: BREAKING NEWS: 8 Pejabat Dispar Buleleng Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Dugaan Mark-up Biaya Hotel 

Baca Juga: UPDATE: Bupati Buleleng Nonaktifkan Sementara Delapan Pejabat Dispar yang Telah Ditetapkan Tersangka 

Dispar Buleleng menerima daha hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini sebesar Rp 11 miliar.

Skema pembagianya 70 : 30. Sebanyak 70 persen dibagikan kepada para pengelola hotel dan restoran.

Sedang 30 persennya untuk pemerintah daearh diperuntukkan sebagai dana operasional kegiatan pemulihan pariwisata.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved