Breaking News:

Berita Badung

Perbekel di Badung Sebut Penghasilannya Sudah Diatur dalam Peraturan Bupati, Termasuk Tunjangan

Sejumlah perbekel terpilih pada Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak mengakui jika penghasilan perbekel di Badung cukup besar.

Tribun Pekanbaru
Ilustrasi uang. Perbekel di Badung Sebut Penghasilannya Sudah Diatur dalam Peraturan Bupati, Termasuk Tunjangan 

Kepala Dinas PMD Kabupaten Badung, Komang Budhi Argawa melalui  Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes), AA Bagus Mahaputra tak menampik semua itu.

Pihaknya mengaku penghasilan perbekel sudah diatur dalam peraturan Bupati.

"Untuk penghasilan tetap sudah diatur pada sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2019 tentang besaran penghasilan tetap perbekel dan perangkat desa," ucapnya Minggu 14 Februari 2021.

Kendati demikian, tunjangan kerja dengan nominal Rp 13.500.000 per bulan juga diakuinya.

Hal itu mengacu pada Perbup nomor 16 tahun  2017 tentang besaran tunjangan kepada perbekel dan perangkat desa.

"Dalam perbup besarannya memang segitu. Bahkan untuk sekdes saja tunjangannya sebesar Rp 5.700.000.

Jadi tunjangan yang dimaksud harus memperhatikan kemampuan keuangan Desa dan bersumber dari APB Desa," jelasnya.

Disinggung apakah masih berlaku Perbup nomor 16 Tahun 2017 ini mengingat tahunnya lama AA Bagus Maha putra mengaku masih.

Pihaknya mengatakan sampai saat ini belum ada perubahan terkait tunjangan perbekel.

“Masih, masih berlaku ini," jelasnya.

Seperti diketahui pemerintah kabupaten Badung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)  sudah melaksanakan pemilihan perbekel (Pilkel) secara serentak.

Bahkan sudah dilakukan penetapan calon terpilih, sehingga hanya menunggu pelantikan saja.

Untuk diketahui, perbekel yang bertugas nanti akan mendapat penghasilan setiap bulannya.

Penghasilan perbekel pun sudah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2019 tentang besaran penghasilan tetap perbekel dan perangkat desa.

Pada peraturan Bupati yang ditetapkan pada tanggal 9 September 2019 itu ditetapkan, bahwa penghasilan perbekel dan perangkat desa dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa yang bersumber Alokasi Dana Desa (ADD).

Untuk penghasilan perbekel sendiri paling banyak Rp 2.500.000. Selanjutnya Sekretaris Desa paling banyak Rp 2.300.000, Kepala Urusan paling banyak Rp 2.100.000, Kepala Seksi paling banyak Rp 2.100.000 dan Kelihan Banjar Dinas Paling Banyak Rp 2.100.000.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Badung, Komang Budhi Argawa melalui  Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes), AA Bagus Mahaputra mengatakan besaran penghasilan tersebut diberikan per bulan.

Bahkan APB Desa tersebut harus dirancang setiap tahun oleh desa.

"Untuk penghasilan sudah jelas tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2019 tentang besaran penghasilan tetap perbekel dan perangkat desa," ujar

Seperti diketahui Pilkel di Badung  dilakukan secara serentak pada Minggu 7 Februari 2021 dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan yang ketat.

Pasalnya selain ditengah pandemi covid-19,  Badung kini juga melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Pada pilkel serentak di Kabupaten Badung terdapat 110 calon yang bertarung di 34 Desa.

Dari 110 calon, tercatat ada sebanyak 21 calon incumbent yang ikut bertarung pada pilkel tersebut.

21 orang incumbent yang ikut bertarung, 14 di antaranya terpilih lagi menjadi perbekel.

Sedangkan 7 orang incumbent dikalahkan pendatang baru (new comer).

Sisanya di 13 desa tidak ada calon  incumbent yang bertarung.(*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved