Breaking News:

Myanmar

Militer Myanmar Wajibkan Tuan Rumah Lapor Tamu yang Menginap

Di sisi lain polisi masih terus memburu para pendukung demonstran dalam unjuk rasa yang mengguncang negara itu sejak kudeta militer 1 Februari 2021.

Editor: DionDBPutra
YE AUNG THU/AF
Para pengunjuk rasa mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 8 Februari 2021. 

Kendati dibatasi aturan jam malam, ratusan warga tetap berkumpul di depan kantor polisi tempat peramal Min Aung itu ditahan.

Pendemo tetap melakukan aksi meski polisi menolak permintaan mereka. Seorang pedemo bernama Zar Zar mengatakan para pedemo masih memprotes kepada polisi.

“Penangkapan itu tidak sesuai dengan hukum yang ada. Kami tidak bisa membiarkan itu terjadi," katanya kepada wartawan dari kantor berita Turki Anadolu melalui telepon.

Protes itu telah menarik ratusan orang dan dia memperkirakan bahwa setidaknya 300 orang masih melakukan demonstrasi pada pukul 8 malam waktu setempat.

Menurut seorang relawan yang memberikan layanan medis kepada para demonstran, protes-protes itu tampaknya akan berlangsung semalaman.

"Kami sendiri juga sudah di sini sejak dini hari, dan kami akan terus berdiri di sini selama mereka ada di sini," ungkap relawan anonim itu dikutip Anadolu.

Protes anti- kudeta militer skala besar terus berlanjut selama tujuh hari berturut-turut pada Jumat kemarin, setelah Myanmar diambil alih oleh militer dan menahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi 1 Februari 2021.

Pada hari Jumat 12 Februari, bentrokan terjadi antara pendukung Aung San Suu Kyi dan polisi. Dilaporkan ada tiga serangan langsung yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Kantor hak asasi manusia (HAM) PBB menyebutkan, lebih dari 350 orang, termasuk pejabat, aktivis, dan biksu, ditangkap di Myanmar sejak kudeta Myanmar 1 Februari lalu.

Penyelidik HAM PBB untuk Myanmar mengatakan dalam sesi khusus Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, bahwa terdapat "laporan yang berkembang, bukti foto" mengenai pasukan keamanan telah menggunakan amunisi yang mengarah langsung ke demonstran, seperti yang dilansir dari Reuters.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved