Breaking News:

Berita Klungkung

Klungkung Bali Miliki 3 Jenis Kain Tenun Tradisional, Pemkab Berencana Beri Pelatihan Penenun Lokal

Pemkab Klungkung berencana akan memberikan pelatihan kepada para pengerajin kain Tenun tradisional terutama yang baru berkembang.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Eka Mita
Seorang warga sedang menenun di sentra produksi endek milik I Nyoman Sudira, di Desa Gelgel, Klungkung, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung berencana akan memberikan pelatihan kepada para pengerajin kain Tenun tradisional terutama yang baru berkembang.

Hal ini untuk pemberlakuan Surat Edaran Gubernur Bali No. 4 tahun 2021 tentang penggunaan kain tenun Endek Bali/ Kain Tenun Tradisional Bali. 

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan bahwa Klungkung memiliki tiga jenis kain tenun tradisional, yakni kain Endek, Cepuk dan Rang Rang Nusa Penida.

Pihaknya mendukung kebijakan dari Gubernur Bali ini dan berencana menerapkan pada hari Selasa, Kamis dan Jumat. Para pegawai instansi pada pelayanan masyarakat dan karyawan perbankan akan wajib mengenakan pakaian ini.

 "Klungkung karena memiliki tiga jenis kain tenun tradisional maka akan menerapkan tiga hari penggunaan pakaian dari kain tenun ini. Yakni Selasa, Kamis dan Jumat khusus para pegawai instansi pemerintah dan pelayanan umum serta perbankan. Namun untuk diawal awal penerapan para pegawai dipersilahkan untuk menggunakan pakaian Endek yang saat ini sudah dimiliki. Namun kedepannya diharapkan seluruh pegawai akan bisa menggunakan tiga jenis kain tenun tradisional khas Klungkung yakni Endek, Cepuk dan Rang Rang. " ujar Suwirta. 

Baca juga: Di Balik Kerja Sama dengan Dior, Kain Tenun Endek Bali Alami Degradasi dan Sejumlah Permasalahan

Baca juga: Alasan di Balik Tenung atau Ramalan Tidak Pernah Pasti, Berikut Kisahnya

Baca juga: Koster Akan Undang Pimpinan Instansi dan Lembaga di Bali Soal Kebijakan Penggunaan Kain Tenun Endek

Selain itu untuk mendukung program ini Pemkab Klungkung berencana akan memberikan pelatihan kepada para pengerajin kain Tenun tradisional terutama yang baru berkembang, mulai dari bagian Hulu, tengah hingga bagian hilir. 

Di hulu para pengerajin akan didorong untuk lebih inovatif serta diberikan pelatihan manajemen produksi.

Menurutnya pengerajin juga harus tahu cara menghitung penentuan harga jual supaya tidak terlalu tinggi namun tidak murah.

Termasuk juga dalam hal pembuatan motif, pengerajin didorong supaya bisa menyesuaikan dengan pasar. 

Sedangkan dibagian tengah yakni kepada para penjual, Bupati Suwirta berharap supaya menjual khusus kain tenun lokal Bali.

Dan di bagian hilir, dengan kebijakan Gubernur Bali, pihaknya akan mendorong penggunaan kain tenun tradisional kepada para pegawai instansi dan perbankan.

Dengan demikian maka permintaan terhadap kain tenun tradisional akan lebih tinggi yang berimbas pada bangkitnya ekonomi kerakyatan. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved