Breaking News:

Berita Klungkung

Satnarkoba Polres Klungkung Bali Amankan 3 Tersangka Narkoba, Satu Tersangka Sebagai Penghubung

Seorang diantaranya diketahui sebagai penghubung, antara pengguna narkotika di Klungkung dan bandar narkoba jaringan Lapas.

istimewa
Satuan Reserse Narkoba Polres Klungkung selama bulan Februari, meringkus 3 orang tersangka penyalahgunaan narkoba, Senin (1/3) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Satuan Reserse Narkoba Polres Klungkung selama bulan Februari, meringkus 3 orang tersangka penyalahgunaan narkoba.

Seorang diantaranya diketahui sebagai penghubung, antara pengguna narkotika di Klungkung dan bandar narkoba jaringan Lapas.

Tersangka yang diketahui berperan sebagai penghubung pecandu narkoba di Klungkung, dengan jaringan lapas yakni I Komang Suryawan (30) alias Sepi.

Ia ditangkap Sat Narkoba Polres Klungkung, Kamis (11 Februari 2021) lalu di sebuah lokasi permainan bilyard di Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung sekitar pukul 02.00 Wita.

" Hasil penyelidikan kami, mengarah ke seorang target. Kebetulan tersangka (Komang Suryawan), sedang berada di lokasi bilyard itu," ujar Kasat Narkoba Polres Klungkung AKP Dewa Gede Oka, seizin Kapolres Klungkung AKBP Bima Arya Viasa, Senin (1 Maret 2021).

Baca juga: Tio Pakusadewo Dibebaskan April 2021, Sosok Aktor Ini Jalani Hukuman 11 Bulan Penjara karena Narkoba

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Pengguna dan Seorang Pengedar Narkoba di Buleleng, Sita Barang Bukti 9,64 Gram Sabu

Saat dini hari itu pula, pihak kepolisian langsung melakukan test urin terhadap sekitar 6 orang yang berada di lokasi bilyard tersebut.

Hasilnya ternyata hanya Komang Suryawan yang positif metametamin.

" Kami test urin acak terhadap orang-orang di lokasi biliyard itu, siapa tau ada keterkaitan. Ternyata hanya Komang Suryawan yang positif narkoba," jelasnya.

Dari hasil itu, pihak kepolisian langsung melalukan pendalaman. Tersangka Komang Suryawan diketahui sudah setahun menggunakan narkoba jenis sabu.

Dulunya dia merupakan pengguna aktif, namun karena cerai dengan istrinya, pria yang berasal Desa Negari, Banjarangkan itu kembali memakai narkoba.

" Bahkan dari hasil pendalaman, tersangka Komang Suryawan ini diketahui sebagai perantara antara pecandu narkoba di Klungkung, dengan jaringan di lapas Krobokan," tegasnya.

Modusnya, para pecandu memesan barang (narkoba) di Komang Suryawan. Lalu Komang Suryawan mengirimkan no rekeningnya.

Setelah ditransfer uang, Komang Suryawan menghubungi seorang bandar jaringan lapas. 

Nantinya tugas Komang Suryawan hanya menginformasikan ke pecandu dimana barangnya diletakan.

" Jadi sebenarnya barang bukti (narkoba) tidak ada pada tersangka Komang Suryawan, ia perannya sebagai seorang perantara," jelas Dewa Oka.

Baca juga: Beri Arahan Terkait UU ITE, Kapolres Badung Ancam Langsung Pecat Personel yang Gunakan Narkoba

Dari tangan tersangka Komang Surywan, kepolisian berhasil mendapatkan barang bukti 2 paket sabu-sabu dengan masing-masing berat bersih 0,20 gram.

Ia pun dijerat pasal pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1)  UURI nomor 35 tahun 2009 ttg Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 1 miliar rupiah dan paling banyak 10 miliar rupiah karena diduga kuat melakukan tindak pidana sebagai perantara dalam jual beli narkotika.

Pelaku penyalahgunaan narkoba lainnya yang ditangkap Satnarkoba Polres Klungkung yakni, Made Artawan yang berdomisili di Desa Buahan, Tabanan.

Ia ditangkap di rumah saudaranya di rumah kerabatnya di seputaran Desa Gunaksa, Kamis (25 Februari 2021) lalu.

Ia kedapatan menyimpan 1 paket sabu-sabu dengan berat bersih 0,24 gram narkoba.

" Sementara terangka  Made Artawan juga diketahui pernah rehabilitasi. Namun kembali kambuh, pasca ada masalah keluarga," ungkap Dewa Gde Oka.

Sebelumnya, Satnarkoba juga menangkap Handri Yohanes (35) asal Lombok Barat ditangkap diseputaran Jalan Raya Banjarangkan, Minggu (4 Februari 2021) lalu sekitar pukul 22.00 Wita.

Ia ditangkap saat  mengambil paket sabu-sabu dengan berat bersih sekitar 0,31 gram.

Keduanya disangkakan Pasal 112 ayat (1)  UURI nomor 35 tahun 2009 ttg Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp. 800.000.000,- dan paling besar Rp. 8.000.000.000,- tentang perbuatan menguasai narkotika golongan I jenis sabu.

Sementara Waka Polres Klungkung Kompol Luh Ketut Amy Ramayathi Prakasa menegaskan, pengungkapan 3 kasus narkoba pada bulan Pebruari tersebut menunjukkan bahwa ancaman bahaya narkoba di kabupaten Klungkung nyata adanya.

Kondisi ini tentu akan sangat membahayakan generasi muda. Pihaknya pun menghimbau sekaligus mengajak semua pihak untuk bersama - sama berperan aktif mencegah dan memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba

" Kami menghimbau masyarakat Klungkung agar menjauhi segala bentuk jenis penyalahgunaan narkoba, yang dapat merusak generasi bangsa," tegasnya, disampingi Kasubag Humas, AKP I Putu Gede Ardana.

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved