Breaking News:

Berita Tabanan

90 Persen LPD di Tabanan 'Sakit' Karena Pengurus, Masyarakat Diminta Aktif Awasi Pergerakan LPD

Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan meminta peran aktif masyarakat untuk langsung mengawasi pergerakan manejemen di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di masi

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kepala Bidang UMKM dan LPD, Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, I Ketut Darmadi (kanan) didampingi stafnya, I Wayan Lena saat memberikan keterangan mengenai LPD di Tabanan, Rabu 3 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan meminta peran aktif masyarakat untuk langsung mengawasi pergerakan manejemen di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di masing-masing desanya.

Sebab, 4 pilar yang terdiri dari Pengurus LPD, Pengawas Internal LPD yang diketuai Bendesa Adat, Krama (warga), serta Tokoh Adat harus kuat.

Empat pilar ini harus tetap solid untuk saling berkomunikasi saling support untuk memajukan LPD karena salah satu saja melenceng akan membuat LPD itu hancur.

Terbukti, ketika sudah menerapkan hal tersebut, LPD yang sebelumnya masuk kategori ‘sakit’ akan bisa bangkit kembali dan bisa menjadi lembaga keuangan yang bisa berkontribusi aktif di desa ada.

Salah satu contohnya adalah LPD Titi Galar di Kecamatan Baturiti berhasil dibangkitkan atau operasional kembali pada 2020 lalu. 

Baca juga: Lewat Lestari Network, BPR Lestari Bali Dukung LPD dan Koperasi se-Bali

Baca juga: 49 LPD di Tabanan Macet Total, Diskop Sempat Mediasi Dua Kasus Korupsi LPD

Baca juga: 49 LPD di Tabanan Macet Total, Dinas Koperasi & UMKM Sebut Sudah Mediasi Dua Kasus Korupsi LPD

Kepala Bidang UMKM dan LPD, Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, I Ketut Darmadi menjelaskan, pihaknya dari pemerintah tak bisa berbuat banyak ketika suatu LPD bermasalah.

Mungkin hanya bisa melakukan pendampingan serta pembinaan saja. Sebab, kewenangan penuh LPD merupakan ranah Desa Adat itu sendiri.

Sehingga 4 pilar yang terdiri dari Pengurus LPD, pengawas internal LPD yang diketuai Bendesa Adat, krama (warga), serta tokoh adat harus kuat.

Empat pilar ini harus tetap solid untuk saling berkomunikasi saling support untuk memajukan LPD karena salah satu saja melenceng akan membuat LPD itu hancur. 

"Jika di Tabanan ini, sekitar 90 persennya LPD yang macet atau masuk dalam kategori sakit itu karena pengurusnya. Integritas pengurusnya tidak begitu baik sehingga timbul kekacauan di internal," ungkap Darmadi. 

Berkaca dari dua kasus tersebut, masyarakat atau krama adat di seluruh Tabanan agar tetap ikut mengawasi secara ketat agar LPD bisa berjalan dengan baik.

Selain itu krama juga harus mensupport LPD di masing-masing desa agar bisa terus berkembang. 

"Satu contohnya, masyarakat hanya perlu mencocokan data antara angka di tabungan dan angka yang dicatat di manejemen. Sehingga ketika angka tersebut tidak cocok berarti ada kejanggalan, namun jika cocok harus dipercayai dan disupport terus agar semakin berkembang," tandasnya.

Selain itu, kata dia, unthk mengantisipasi munculnya kembali LPD bermasalah, pihaknya rutin melakukan pembinaan ke kalangan LPD, termasuk juga jika diperlukan menggelar pelatihan terkait pembukuan.

Kemudian dari sisi pengurus LPD juga diharapkan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran dana ke masyarakat. 

Baca juga: Kerugian Negara Rp 2 Miliar, Kejari Tabanan Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi LPD

Baca juga: Kasus Korupsi LPD Sebabkan Kerugian Negara Rp 2 Miliar, Kejari Tabanan Bali Tetapkan 2 Tersangka

Artinya, bukan takut menyalurkan dana, namun LPD harus melihat perkembangan calon debitur.

Yakni menyangkut 4 C meliputi Character, Capital, capacity, Condition  of Economi.

Termasuk juga dalam penyaluran dana ke calon debitur, pengurus LPD juga harus melihat perkembangan eksternal terkait kondisi ekonomi yang terjadi selama ini.

Satu LPD Bangkit Dari Sakit

Kepala Bidang UMKM dan LPD, Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, I Ketut Darmadi menyebutkan, satu LPD di Kecamatan Baturiti, Tabanan berhasil bangkit atau beroperasi kembali pasca mengalami sakit.

Adalah LPD Titi Galar. LPD ini bisa bangkit terlebih di tengah pandemi ini karena empat pilar tersebut sudah berjalan baik.

"Satu LPD bisa berhasil bangkit karena empat pilar itu sudah berjalan baik. Intinya saling melakukan pengawasan ke arah lebih baik," katanya. 

Baca juga: UPDATE Kasus Korupsi LPD Gerokgak Buleleng, Kejati Bali Tetapkan Pengurus & Karyawan Jadi Tersangka

Menurutnya, tim pendamping dan pembinaan yang meliputi LP LPD, BKS LPD dan Dinas Koperasi turun kelapangan memberikan pendampingan sekaligus mencari persoalan yang dihadapi LPD bermasalah, serta melakukan revitalisasi.

Intinya, agar LPD bisa menjadi lembaga keuangan yang bisa berkontribusi aktif di desa adat.

"Harapan kita di pemerintah intinya menginginkan agar LPD itu tetap ada, bisa berjalan baik sehingga nantinya bisa berkontribusi terhadap wewidangan desa adatnya," tegasnya.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved