Breaking News:

Berita Tabanan

Cerita Nelayan Yang Terjebak di Laut Selatan Tabanan, Nang Adel Hanya Isap Permen dan Rokok

ia terjebak di tengah laut tanpa makanan sedikitpun dan tak memiliki handphone sehingga sulit untuk komunikasi.

istimewa
Suasana saat proses evakuasi korban terjebak di tengah laut sampai di daratan Pantai Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa 9 Maret 2021 pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa menuturkan bahwa perjuangan seorang nelayan yang terjebak di tengah laut sangat luar biasa.

Sebab, ia terjebak di tengah laut tanpa makanan sedikitpun dan tak memiliki handphone sehingga sulit untuk komunikasi.

Nelayan tersebut hanya bertahan dengan menghisap permen serta rokok. 

"Kasian sekali, tapi kejadiannya justru lucu sekali. Nang Adel ini hanya bisa menghisap permen dan rokok saja selama terombang-ambing di tengah lautan itu kemarin malam hingga pagi," kata pria yang juga Anggota DPRD Tabanan Dapil Tabanan-Kerambitan ini. 

Menurut pria yang akrab disapa Tut Sadam ini menuturkan, bertahan tanpa makanan di tengah lautan tersebut bukan tanpa cerita, melainkan ceritanta sangat lucu.

Baca juga: Nelayan Terjebak Semalaman di Tengah Laut Perairan Selatan Tabanan Bali

Baca juga: Alami Mati Mesin Seorang Nelayan Terombang-ambing di Lautan Jembrana, Tim SAR Lakukan Evakuasi

Baca juga: BREAKING NEWS - Penemuan Mayat di Teluk Benoa Diduga Nelayan 

Berawal dari pergi melaut dengan bersama tiga orang rekan lainnya.

Kebetulan saat itu Nang Adel memiliki banyak stok makanan karena baru saja habis mererahinan (upacara).

Sedikitnya ia membawa satu buah kantung plastik yang isinya makanan. 

Kemudian, setelah semua bekal termasuk rokok dan permen siap, para nelayanan ini pergi melaut untuk mencari ikan layur.

Sesampainya di tengah laut mereka bergotong royong untuk menaikan ikan dari perangkapnya.

Sebelum pulang, makanan yang sebelumnya dibawa Nang Adel ini pun dimakan secara bersamaan dengan tiga kawan lainnya, makanan yang tersisa diberikan korban kepada salah satu rekannya. 

Nah, setelah pekerjaaan usai mereka pun hendak pulang ke daratan namun korban Nang Adel ini justru belakangan.

Namun ternyata ia justru tak bisa balik hingga malam karena mesin perahunya justru mati.

Selain itu, kerabatnya juga mencoba mencari ke tengah laut tak bertemu.

Beruntung, Selasa 9 Maret 2021 pagi ia berhasil ditemukan setelah pencarian oleh tim gabungan. 

"Yang mengharukan justru saat ia baru tiba di daratan. Dramatis sekali suasananya saat keluarga korban menunggu di daratan. Dan, ketika tiba di daratan Nang Adel ini langsung disambut oleh isak tangis dari istri, anak dan keluarganya korban. Saya dan kawan lainnya juga sangat terharu dan bersyukur teman nelayan kita bisa selamat sampai di rumah," tuturnya. 

Baca juga: Geger, Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal di Teluk Mumbul Benoa

Baca juga: Nelayan Dilaporkan Hilang Ternyata Ditemukan di Perairan Kelecung, Jukung Ditarik TIM SAR Bali

Diketahui sebelumnya, seorang nelayan Tabanan terjebak di tengah laut perairan selatan Tabanan selama satu malam sejak Senin 8 Maret Malam hingga Selasa 9 Maret 2021 pagi.

Ia terjebak di tengah laut karena mesin perahunya mati total alias macet saat hendak pulang ke daratan.

Beruntung, ia berhasil diselamatkan tim gabungan mulai dari kelompok nelayan, basarnas, satpol air polres Tabanan dan lainnya. Saat ini mereka telah pulang ke rumahnya. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa menuturkan, peristiwa tersebut bermula saat korban bernama I Wayan Suantra alias Nang Adel bersama tiga orang rekannya berangkat melaut di selatan Pantai Yeh Gangga Tabanan. 

Setelah selesai menaikan jaring ikannya, mereka hendak balik ke daratan.

Namun, Nang Adel yang merupakan Ketua Kelompok Nelayan Segara Taman, Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur ini justru belakangan balik.

Tak disangka ternyata ia tak kunjung balik hingga malam diperkirakan sedang memancing.

"Tapi kok Nang Adel yang seharusnya sudah mendarat belum balik sampai jam 19.00 Wita, kami kira mancing lagi," tutur pria yang akrab disapa Sadam ini, Selasa 9 Maret 2021. 

Sadam melanjutkan, karena Nang Adel tak membawa handphone maka diputuskan dua orang nelayan untuk mencoba melaut untuk melakukan pencarian.

Dalam pencarian di seputaran Pantai Yeh Gangga dan Pantai Kelating ternyata tidak ditemukan karena jarak pandang terbatas.

Selain itu informasi juga nihil ditemukan sehingga dua nelayan balik ke daratan lagi. 

"Karena cuaca tidak mendukung juga, kita sepakat besok subuh melaut lagi," ungkapnya. 

Kemudian esok harinya, sejumlah nelayan dibantu aparat seperti Basarnas dan Satpol Air Polres Tabanan serta jajaran lainnya berangkat melakukan pencarian lagi.

Akhirnya pukul 06.20 Wita start bersama menuju selatan Pantai Pasut dan korban ditemukan di selatan Pasut, dalam keadaan selamat. 

"Ternyata ketika ditemukan, mesin jukungnya mati atau caket .Akhirnya kita putuskan untuk membawa korban ke daratan. Selain itu mesin jukung korban juga diganti," katanya.

"Astungkara semua mendarat dalam keadaan selamat. Dan kami sampaikan terimakasih reaksi cepat dari BASARNAS, POL AIR serta Bendega Tabanan serta semua yang telah memberikan dukungan yang luar biasa ini," ucapnya.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved