Breaking News:

Berita Gianyar

Pemkab Gianyar Tak Wajibkan Melasti Ngubeng, Sekda: Bisa Lakukan di Beji

Pemkab Gianyar telah melaksanakan rapat terkait prosesi melasti serangkaian Hari Raya Nyepi.

Istimewa
Sekda Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya - Pemkab Gianyar Tak Wajibkan Melasti Ngubeng, Sekda: Bisa Lakukan di Beji 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemkab Gianyar telah melaksanakan rapat terkait prosesi melasti serangkaian Hari Raya Nyepi.

Di mana desa adat yang dekat dengan pantai, diperbolehkan melasti di pantai, sementara yang jauh dari pantai bisa dilakukan di beji.

Namun dengan catatan, tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Selasa 9 Maret 2011 mengatakan, perayaan Nyepi yang dilaksanakan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun yang lalu, tetap berjalan sesuai protokol kesehatan yang ketat. 

Baca juga: Melasti Serangkaian Nyepi di Denpasar Dilaksanakan Ngubeng, Meski Desa Adat Berada di Dekat Pantai

Baca juga: Bukan Melasti, Polda Bali Tegaskan Sasaran Tim Pemburu Pelanggar Prokes adalah Zona Merah Covid-19

Baca juga: Pemkab Badung Imbau Warganya Tak Adakan Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Tahun 2021

Namun terkait dengan pelaksanaan melasti, hanya desa adat yang kawasannya dekat pantai yang boleh menggelarnya di pantai.

“Yang ingin melaksanakan melasti dianjurkan mencari alternatif tempat yang terdekat, kalau memang dekat pantai silahkan melasti ke pantai, sedangkan alternatif bisa melasti ke beji,dan kalau tidak memungkinkan silahkan laksanakan dengan cara ngubeng," ujar Wisnu.

Selain pembahasan mengenai melasti yang merupakan rentetan perayaan hari raya Nyepi, dalam rapat itu juga dibahas tentang pelaksanaan kebaktian umat Kristiani yang bertepatan dengan hari raya Nyepi.

Hal tersebut sudah mendapat kesepakatan bersama, bahwa ibadah pada hari tersebut akan dilaksanakan secara virtual dari rumah masing-masing. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Pawai Ogoh-ogoh Tahun 2021 Kembali Ditiadakan, Ini Tata Cara Melasti di Masa Pandemi

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Upacara Melasti di Desa Adat Buleleng Ditiadakan

Baca juga: Melasti di Pantai Padang Galak Denpasar, Dulu 5000 Kini 18 Orang

”Mengingat perayaan hari raya Nyepi umat tidak diperbolehkan keluar rumah, umat Kristiani sangat menghormati hal tersebut dan melaksanakan ibadat secara virtual,” tandasnya.

Sekretaris PHDI dan sekaligus Kepala FKUB Gianyar, Ida Bagus Made Viprajana menyampaikan, perayaan Nyepi tahun ini masih suasana pandemi Covid19, maka hal tersebut setiap upacara pada pelaksanaan hari raya Nyepi tidak terlepas dari protokol kesehatan.

Seperti, saat pelaksanaan melasti atau mekiyis yang banyak melibatkan masyarakat.

Dalam hal ini,  aparat desa diimbau untuk membatasi jumlah orang yang akan mengikuti upacara tersebut.

Lebih lanjut Ida Bagus Viprajana menegaskan, terkait hari setelah Nyepi atau Ngembak Geni, umat Hindu biasanya akan melaksanakan silaturahmi ke kerabat, orang terdekat atau rekreasi ke tempat wisata atau pantai. 

“Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah untuk menghindari penyebaran Covid-19, untuk kebaikan bersama supaya virus ini cepat berlalu,” tegasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved