Corona di Bali

Jelang Karya di Pura Ulundanu Batur, Bangli, 120 Pemangku dan Kesinoman Akan Divaksin Covid-19

Sejumlah persiapan dilakukan jelang Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Batur, Kintamani, Bangli, Bali.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Pengemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duuran 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sejumlah persiapan dilakukan jelang Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Batur, Kintamani, Bangli, Bali.

Salah satu persiapan yakni dengan mendaftarkan para pemangku serta kesinoman untuk mendapatkan vaksin covid-19.

Pengemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duuran mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi ini mengingat Karya Pujawali dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19.

Dalam hal ini, pihaknya mengusulkan 120 orang, mulai dari pemangku serta kesinoman.

Baca juga: Sebanyak 100 Orang Pelaku Pariwisata di Bangli Divaksin Covid-19'

Baca juga: Fakta Baru Penemuan Bayi di Bangli, Terungkap Sosok Ibu Kandung dan Kronologi Ditaruh di Rumah Kakak

Baca juga: Perlu Anggaran Rp 15 Miliar, Pembangunan Gedung DPRD Bangli Dirancang Tiga Lantai

Alasan diusulkannya pemangku serta kesinoman, ungkap Jero Gede Batur, lantran keduanya berhubungan langsung dengan umat/pemedek yang tangkil.

Tiang sangat mengharapkan agar pelaksanaan vaksinasi bisa segera dilakukan. Karena Jero Mangku terus berhubungan dengan pemedek."

"Mudah-mudahan mangda rahayu, rahajeng, ngayah ring ida sesuhunan driki (mudah-mudahan agar diberi keselamatan lahir dan batin oleh Tuhan yang berstana di sini),” harapnya.

Kendati pelaksanaan Karya Pujawali bertepatan dengan pandemi covid-19, pihaknya tetap mengimbau kepada para pemedek yang tangkil, agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pada persiapan karya, krama yang ngayah juga dibatasi jumlahnya hanya 75 orang kasinoman.

Baca juga: Seluruh Anggota dan Staf DPRD Bangli Divaksin Covid-19, Suastika: Masyarakat Tidak Perlu Takut

Baca juga: Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Bangli Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi

Baca juga: Operasi Yustisi Hanya 1 Kali per Hari, Kasatpol PP Bangli: Tingkat Kesadaran Masyarakat Sudah Tinggi

Tempatnya pun disebar mulai dari jaba pura, jaba tengah dan jeroan untuk mengantisipasi kerumunan.

Sementara saat disinggung mengenai pembatasan pemedek saat puncak karya tanggal 28 Maret, Jero Gede Batur mengaku belum tahu apakah umat berani untuk tangkil.

Pun juga tidak berani menebak akan seramai apa umat yang tangkil.

Pihaknya juga mengimbau bagi pemedek yang tangkil agar tidak terlalu banyak.

“Artinya bukan sih perwakilan, namun tujuannya untuk mengurangi kerumunan,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved