Kesehatan
Begini Cara Mencegah 'Burnout' Akibat Kerja Terlalu Keras
Bekerja terlalu keras hingga mengabaikan jadwal istirahat bisa memicu burnout. Burnout merupakan kondisi stres parah yang menyebabkan kelelahan fisik
TRIBUN-BALI.COM - Kita sering mendengar bahwa kerja keras adalah kunci kesuksesan.
Namun, bekerja terlalu keras hingga mengabaikan jadwal istirahat bisa memicu burnout.
Burnout merupakan kondisi stres parah yang menyebabkan kelelahan fisik, mental, dan emosional yang parah.
Burnout bukan sekadar kelelahan biasanya karena kondisi ini bisa menyebabkan penderitanya sulit mengatasi stres dan beraktivitas.
Baca juga: Berikut 5 Manfaat Bermain Puzzle untuk Kesehatan Mental
Baca juga: Demi Kesehatan Mental, Yuk Unfollow 5 Tipe Orang Ini di Medsos
Baca juga: Konsumsi Makanan Berlebih Rugikan Kesehatan Fisik dan Mental, Berikut 9 Kerugiannya
Penderita burnout seringkali merasa tak punya energi untuk kembali beraktivitas, bahkan sekadar bangun dari tempat tidur.
Mereka juga cenderung memiliki merasa putus asa dan berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, diabetes, dan depresi.
Lalu bagaimana cara mencegah burnout?
Ketika rasa lelah mulai muncul, kita harus segera mengambil langkah pencegahan berikut ini:
1. Tetapkan tujuan kerja
Sering kali, menemukan kembali tujuan Anda dapat membantu menghindari burn out dan menjauhkan stres.
Jadi, cobalah untuk mencari makna di setiap hal yang Anda lakukan.
Sekali waktu, luangkan waktu untuk menentukan apa tujuan Anda melakoni pekerjaan tersebut.
Jika Anda merasa peran atau karir yang Anda sedang lakukan adalah hal yang salah, cobalah rancang rencana lain yang spesifik.
Cari pekerjaan atau karir apa yang cocok sehingga Anda merasa bersemangat dalam melakukannya.
2. Konsumsi makanan sehat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-stress_20160928_091052.jpg)