Breaking News:

Berita Denpasar

Edarkan Sabu dan Ekstasi Dalam Bungkus Permen, Andreas Menerima Dijatuhi Pidana Bui 9 Tahun 

Terdakwa Andreas Redityan (34) dijatuhi pidana bui 9 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Tangkap layar
Andreas jalani sidang putusan secara daring dari Lapas Kerobokan. Ia dihukum 9 tahun penjara, karena edarkan sabu dan ekstasi dalam bungkus permen. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Andreas Redityan (34) dijatuhi pidana bui 9 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini harus menerima kenyataan pahit setelah dinyatakan terbukti bersalah terlibat jaringan pengedar narkotik jenis sabu dan ekstasi.

Amar putusan dibacakan majelis hakim dalam sidang yang digelar secara daring, Selasa, 23 Maret 2021.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Kasus Pembobolan ATM di Gatsu Timur Denpasar Bali, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Baca juga: Dewan Denpasar Marah-marah, Tuding Satpol PP Hanya Berani Tindak Masyarakat Kecil

Baca juga: Komplotan Pengedar Narkotik Jaringan Luar Negeri Diadili di Denpasar, Terancam 20 Tahun Penjara

Sebelumnya Jaksa Ni Komang Swastini menuntut terdakwa Andreas dengan pidana penjara selama 11 tahun, dan dan denda sebesar Rp 1 miliar subsidair empat bulan penjara. 

Meski putusan lebih ringan, majelis hakim dal amar putusannya sependapat dengan dakwaan pada tuntutan JPU.

Oleh karena itu, terdakwa Andreas dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik.

Yakni melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik, sebagai pemilik 0,14 gram sabu dan 50 butir tablet ekstasi. 

Baca juga: Miliki Narkotik Jenis Baru Bernama Cookis di Bali, Defranson Pasrah Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Baca juga: Kembali Diringkus Jadi Kurir Narkotik di Denpasar Bali, Vicky Dihukum 8,5 Tahun Penjara

Baca juga: Terlibat Jaringan Pengedar Narkotik, Eka dan Agus Pikir-Pikir Diganjar Bui 12 Tahun

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun, dikurangi selama ditahan sementara dengan perintah tetap ditahan. Dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara," tegas Hakim Ketua I Ketut Kimiarsa. 

Terhadap putusan itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved