Breaking News:

Berita Klungkung

Anggaran Warga Miskin Bekerja di Kapal Pesiar Tergantung CSR, Dana Pemkab Klungkung Masih Terkendala

Pemkab Klungkung sejak tahun 2019 lalu, aktif melakukan pemerdayaan warga dari  KK miskin dengan program pemagangan calon Pekerja Migran Indonesia (PM

ist
20 anak dari keluarga kurang mampu ketika mengikuti pelatihan kerja di salah saru hotel di Badung tahun 2019 lalu. Mereka rencananya akan diberangkatkan bekerja ke luar negeri 

TRIBUN-BALI.COM,-SEMARAPURA - Pemkab Klungkung sejak tahun 2019 lalu, aktif melakukan pemerdayaan warga dari  KK miskin dengan program pemagangan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bagi yang lulus pemagangan, akan diberangkatkan untuk bekerja di kapal pesiar.

Hanya saja, anggaran untuk memberangkatkan warga ke kapal pesiar ini masih tergantung pada dana CSR (corperate social responsibility) 

Kabid Pelatihan Produktifitas dan Transmigrasi, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung, Made Sukadana menjelaskan, pemkab sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk memberangkatkan mereka yang lulus pemagangan untuk diberangkatkan ke kapal pesiar.

Namun hal ini terbentur regulasi. 

Syarat Sebelum Berangkat ke Amerika dan Eropa, Ratusan PMI di Buleleng Bali Minta Divaksin Covid-19

Pengurus Lama Dibekukan Karena Dugaan Penyalahgunaan Anggaran, PMI Gianyar Gelar Muskab

“Tapi karena terbentur aturan, kami di pemda tidak bisa anggarkan. Bahkan kami sudah sempat memintakan pendapat hukum dari kejaksaan, aturannya belum ada,” ujar Sukadana, Rabu 24 Maret 2021 

Sehingga pemkab harus menempuh cara lain untuk tetap melaksanakan program tersebut, yakni dengan menghandalkan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corperate social responsibility (CSR).

Sehingga saat ini program tersebut sangat tergantung dengan dana bantuan CSR.

Padahal menurut Sukadana, program ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari warga. 

“Warga padahal sangat antusias dengan program ini. Karena mereka punya semangat tinggi untuk keluar dari kemiskinan,” ujarnya

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Klungkung sudah dua kali mengadakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi calon  PMI yang berasal dari keluarga miskin. 

Tahun 2019 sebanyak 20 orang dilatih keterampilan bahasa inggris maupun keterampilan bekerja di kapal pesiar.

Hasilnya empat orang diantaranya dinyatakan lulus.

Bahkan dari empat orang itu, satu orang diantaranya sudah diberangkatkan, dan tiga orang masih menunggu jadwal keberangkatan.

Sisanya sebanyak 16 orang masih pendalaman pelatihan, karena penguasanaan bahasa inggrisnya masih kurang.

Dewan Gianyar Usulkan Dua Ranperda Inisiatif, Perlindungan Nelayan dan Perlindungan PMI

Disusul tahun 2020 sebanyak 15 orang dari keluarga miskin juga diberikan ketrampilan, dan semuanya saat ini masih proses pelatihan. 

Sementara tahun 2021 ini, program tersebut harus ditunda terlebih dahulu karena pandemi Covid-19.

Selain karena masih minimnya pemberangkatan pekerja migran karena pandemi, juga karena anggaran pelatihan yang direfocusing. 

"Anggaran daerah difokuskan untuk penanganan Covid-19 (refocusing), sehingga  program pelatihan sementara ditunda dulu. Semoga saja pandemi cepat berlalu, sehingga program ini bisa berkelanjutan,"harapnya.

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved