Breaking News:

Berita Bangli

Retribusi Pedagang Pasar di Bangli Bakal Ditinjau Ulang, Kadis Tampik untuk Tingkatkan PAD

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli mengusulkan peninjauan ulang Perda 22 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan pasar.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana jual beli di Pasar Terminal Loka Crana, Bangli, Bali Senin 22 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli mengusulkan peninjauan ulang Perda 22 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan pasar.

Usulan tersebut telah masuk dalam propemperda, dan akan dibahas pada tahun 2021 ini. 

Kepala Disperindag Bangli, I Wayan Gunawan mengungkapkan, alasan pihaknya melakukan peninjauan ulang lantaran perda tersebut telah berusia 10 tahun.

Sehingga dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

Baca juga: Pasca Teror, Polres Bangli Perketat Penjagaan Eksternal dan Internal

Baca juga: Sudiasa Ditangkap Polres Bangli Saat Hendak Pesta Sabu di Bangli Bali

"Idealnya perda itu minimal berusia 3 tahun, sudah dilakukan revisi. Tapi ini sudah 10 tahun, kan sudah kadaluarsa. Makanya kita lakukan review daripada perda itu," ujarnya Jumat 2 April 2021.

Diketahui besaran retribusi pelayanan pasar untuk pasar umum, dibagi menjadi lima jenis.

Seperti pelayanan toko, besaran retribusinya Rp10 ribu per unit per hari.

Sedangkan penentuan retribusi untuk kios, los dan pelataran, dibedakan berdasarkan ukuran mulai dari 1 meter² sampai lebih dari 4 meter², dengan besaran retribusinya mulai dari Rp4 ribu per hari, hingga Rp8 ribu per hari.

Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi Zona Hijau di Bangli Masih Gabeng: Kadiskes: Kita Tunggu Dropping Vaksin

Baca juga: Resmi Jadi Maskot, Pemkab Bangli Garap Tarian dan Lagu Pucuk Bang bersama Seniman

"Kalau pelataran besaran retribusinya mulai dari Rp2 ribu per hari, hingga Rp6 ribu per hari tergantung luasnya. Sedangkan untuk pedagang tidak tetap, besaran reteibusinya mulai dari Rp2 ribu per hari hingga Rp3 ribu per hari," sebutnya. 

Mengenai prosesnya, Gunawan mengatakan saat ini pihaknya bersama akademisi dari Universitas Marwadewa tengah mengumpulkan data, mengenai kondisi faktual di lapangan. Data tersebut selanjutnya dituangkan menjadi ranperda. 

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved