Berita Bangli

Layanan Pengaduan 24 jam di Bangli Diminati, Dalam Sebulan TRC Catat 82 Laporan

Layanan Pengaduan 24 Jam yang menjadi gagasan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar diklaim sangat diminati

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Layanan Pengaduan 24 Jam yang menjadi gagasan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar diklaim sangat diminati oleh masyarakat Bangli.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar saat ditemui pasca rapat evaluasi Layanan Pengaduan 24 Jam, Senin 5 April 2021..

Diar mengungkapkan, Layanan Pengaduan 24 Jam saat ini telah berjalan selama 1 bulan 4 hari.

Selama satu bulan lebih, tim reaksi cepat telah menerima 82 pengaduan masyarakat.

Baca juga: Dua Anggota DPRD Bangli Periode 2014-2019 Belum Kembalikan Kelebihan Tunjangan Puluhan Juta Rupiah

Baca juga: Pemkab Jembrana Ngaturang Penganyar di Pura Ulun Danu Batur Bangli

Di mana 47 pengaduan dilayangkan melalui media sosial, dan 35 pengaduan lainnya melalui telepon ke (0366) 550-1000.

“Bagi kami, inikan sudah cukup diminati. Dan sepertinya antusias masyarakat menggunakan layanan itu cukup tinggi,” ucapnya.

Menurut Diar, tingginya pengaduan yang masuk ke Layanan Pengaduan 24 Jam, lantaran masyarakat tengah bereforia dengan program baru ini.

Pihaknya meyakini, dalam 10 tahun Bangli tertidur pasti banyak kendala dan persoalan yang ada di masyarakat.

“Karena dari dulu mereka (masyarakat) berusaha mau mengetahui, mau bertanya, mau menelfon ke Pemda tidak terwadahi. Sehingga di satu bulan ini, yang menjadi keluhan mereka itu paling tidak sudah terjawab."

Baca juga: Retribusi Pedagang Pasar di Bangli Bakal Ditinjau Ulang, Kadis Tampik untuk Tingkatkan PAD

"Bagi kami, pelayanan ini menjadi wadah kami untuk membangunkan. Baik masyarakatnya, ataupun kami bersama OPD teknis,” ungkapnya.

Diar mengatakan, laporan pengaduan yang masuk tidak hanya dari wilayah kota namun hingga ke wilayah pedesaan.

Untuk di wilayah Kota Bangli, rata-rata pengaduan berupa Lampu Penerangan Jalan dan Pelayanan Air PDAM.

Sementara laporan pengaduan dari desa, yakni terkait jalan rusak.

“Dari laporan yang masuk persentase penyelesaiannya sudah 100 persen. Seperti penanganan kebocoran pipa, kalau sebelumnya mungkin lama tertangani karena masyarakat tidak tahu ke mana harus melapor."

Baca juga: DPRD Bangli Rancang Pembahasan 18 Ranperda

"Tapi dengan layanan ini, penanganan kebocoran pipa menjadi lebih cepat, hanya 30 menit."

"Sementara untuk laporan kerusakan jalan, sementara belum bisa tertangani karena dari Dinas PUPR Perkim memang masih menunggu anggaran. Hanya saja dari pihak dinas sudah memberikan pengertian pada masyarakat,” ucapnya. (*)

Berita lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved