Breaking News:

Berita Klungkung

Harga Daging Babi Mahal, Beberapa Warga di Klungkung Pilih Tidak Ikut Mepatung

Kondisi ekonomi yang sulit, ditambah mahalnya harga daging babi di pasaran, membuat beberapa masyarakat di Klungkung memilih tidak ikut mepatung

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ilustrasi - Warga Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Klungkung, Bali mulai menjalankan tradisi mepatung menjelang Galungan, Senin (17/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kondisi ekonomi yang sulit, ditambah mahalnya harga daging babi di pasaran, membuat beberapa masyarakat di Klungkung memilih tidak ikut mepatung untuk menyambut hari raya Galungan.

Seperti yang diungkapkan Gede Mertayasa (42), warga Kelurahan Semarapura Kelod Kangin Klungkung.

Karena mahalnya daging babi, ia lebih memilih untuk mebat daging ayam.

" Beberapa rekan saya, ada yang mengajak untuk mepatung. Tapi kondisi saat ini, saya tidak ikut dulu mepatung. Harga daging babi sangat mahal," ungkap Mertayasa, Jumat 9 April 2021.

Baca juga: Penyebab Stok Babi Kurang di Bali Jelang Galungan, GUPBI: Ada Peternak Kirim ke Luar

Baca juga: Jelang Galungan 2021, Penjual Hiasan Penjor di Kapal Badung Bali Mulai Diserbu Warga

Mepatung merupakan tradisi yang kerap dilaksanakan masyarakat di Bali jelang hari Galungan.

Masyarakat biasanya membentuk kelompok, lalu urunan atau iuran untuk membeli babi dan dagingnya dibagikan merata ke angggota kelompok.

Karena mahalnya harga daging babi, Mertayasa sejak jauh-jauh hari sudah membeli beberapa ekor ayam, untuk dipotong saat hari raya Galungan.

" Galungan kali ini benar-benar sulit. Ekonomi lesu karena Covid-19, ditambah harga daging babi sudah mahal selama berbulan-bulan."

"Beli ayam pun saja jauh-jauh hari, saya pelihara dulu. Takutnya kalau beli jelang Galungan, harganya mahal lagi," jelasnya.

Baca juga: GUPBI Bali Sebut Kekurangan Stok Babi Jelang Galungan Akibat Adanya Peternak yang Kirim Babi ke Luar

Baca juga: Harga Babi di Pasaran Naik Jelang Hari Raya Galungan, DPRD Bali Dorong Tingkatkan Anggaran

Sementara Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida menjelaskan, mahalnya harga daging babi di pasaranan disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan.

" Saat ini kan masih masa pemulihan, pasca serangan virus ASF yang menyebabkan populasi ternak babi menurun drastis di Bali," ungkap Juanida.

Baca juga: Jelang Hari Raya Galungan 2021, Harga Daging Babi di Badung Bali Capai Rp 85.000 Per Kilo

Berdasarkan pantuan harga terakhir, untuk babi hidup saat ini harganya Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram.

Sementara harga daging babi di pasaran kisaran Rp90 ribuan per kilogramnya.

" Jika harga daging babi saat hari raya Galungan sebelumnya (sebelum diserang wabah ASF), harga normalnya Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilogramnya,"jelas Juanida. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved