Breaking News:

Berita Badung

Polres Badung Panggil Senin Depan, Zaenal Tayeb: Saya Selama 51 Tahun di Bali Tak Pernah Nipu Orang

Polres Badung telah menetapkan Zaenal Tayeb (ZT) sebagai tersangka dalam kasus dugaan menyuruh memberikan keterangan palsu ke dalam akta autentik

Tribun Bali/Firizqi Irwan
Pengusaha dan mantan promotor tinju Zaenal Tayeb membantah melakukan penipuan saat ditemui di Mirah Boxing Camp Jalan Majapahit, Kuta, Badung pada Jumat 16 April 2021 

Menurut Zaenal, luas tanah yang dimaksud masih tetap sama. Bahkan promotor tinju ini menantang sang pelapor yang juga keponakannya itu untuk melakukan pengukuran ulang.

"Tanah itu tidak abrasi karena letaknya tidak di bibir pantai. Kita ukur ulang saja. Biar saya yang membiayai (proses pengukuran ulang)," kata pengusaha dan promotor tinju yang identik dengan rambut gondrongnya ini.

Menurut Zaenal lahan yang dimaksud oleh pelapor tidak pernah berkurang. Hanya saja dalam penghitungan pelapor, dia tidak memasukan beberapa bagian tanah yang telah dikapling dan sudah ada bangunan rumah ke dalam hitungan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Zaenal Tayeb (ZT) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan menyuruh memberikan keterangan palsu ke dalam akta autentik.

Penetapan mantan promotor tinju internasional itu sebagai tersangka berdasarkan laporan dari Hedar Giacomo Boy Syam dengan LP-43/11/2020/BALI/Res Badung, tertanggal 5 Februari 2020.

Selain Zaenal, anak buahnya berinisial YP juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. YP bahkan sudah ditahan sejak dua bulan lalu.

Kasubag Humas Iptu Ketut Gede Oka Bawa seijin Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi SIK mengatakan bahwa Satreskrim Polres Badung, mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (Sprindik) terhadap ZT mulai Senin 7 April 2021 dan secara sah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin 12 April 2021.

"Ya ZT ditetapkan tersangka terkait dugaan tindak pidana menyuruh atau turut serta melakukan perbuatan pidana menyuruh memberikan keterangan yang tidak benar dalam akta autentik sebagai mana dimaksud dalam pasal 266 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1e KHUP," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat 16 April 2021.

Oka Bawa menjelaskan permasalahan tersebut terjadi dari tahun 2012 silam. Dari laporan Hedar itu, disebutkan permasalahan bermula saat ZT mengajak Hedar untuk menjalin kerjasama dalam pembangunan dan penjualan obyek tanah milik ZT yang terletak di Cemagi, Mengwi, Badung, Bali. 

Kemudian ZT mendirikan perusahaan bernama PT MBK sebagai badan hukum kerjasama.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Komang Agus Ruspawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved