Breaking News:

Berita Denpasar

Pengasong hingga Pengamen di Lampu Merah di Denpasar, Agus Wirajaya: Lakukan Edukasi dan Penertiban

Wirajaya mengatakan, edukasi dan penertiban adalah jalan satu-satunya yang paling bisa diambil.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Pedagang acung terlihat di kawasan imam Bonjol, Denpasar, Minggu 18 April 2021. Akibat pandemi Covid-19 banyak bermunculan pedagang acung, pengamen hingga gepeng di lampu merah yang ada di Kota Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait dengan kemunculan pedagang acung atau pengasong, pengamen dan pengemis di lampu merah di kawasan Kota Denpasar mendapat perhatian anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yakni Agus Wirajaya.

Wirajaya mengatakan, edukasi dan penertiban adalah jalan satu-satunya yang paling bisa diambil.

“Edukasi terkait himbauan kepada warga masyarakat untuk tidak memberikan uang atau imbalan kepada pengamen dan pengemis di mana pun atau kapan pun, yang sejalan dengan Perda kota Denpasar No. 1 tahun 2015 dan wajib dilakukan dengan konsisten lewat semua media yang ada. Mereka yang berjualan di perempatan sebaiknya juga mesti diberikan pemahaman untuk tidak berjualan yang dapat membahayakan dirinya atau sampai mengganggu ketertiban umum,” katanya Minggu, 18 April 2021.

Penertiban yang ia maksud yakni penertiban oleh aparatur pemerintah pada pengamen, pengemis, dan pedagang acung di jalan ini.

Penertiban ini juga harus diselaraskan dengan keberadaan Denpasar sebagai Kota Tangguh Sosial artinya bahwa ada proses memanusiakan manusia yang dilakukan terkait dengan keberadaan mereka sebagai warga negara Indonesia untuk bisa mereka diberikan pendidikan, pelatihan, memberikan ruang kegiatan yang bisa membantu meningkatkan skill dan harapannya bisa meningkatkan kondisi ekonomi dan status sosial mereka. 

Pengamen dan Pedagang Acung Marak di Traffic Light, Begini Respons Dewan Denpasar

Pedagang Acung hingga Pengamen Bermunculan di Lampu Merah, Kadis Sosial Denpasar: Sangat Berisiko 

Satpol PP Denpasar Ajak Masyarakat Ikut Bantu Amankan Pengamen Maupun Gepeng di Denpasar Bali

“Akan sulit mencegah warga yang keluar masuk Denpasar terlebih akses masuk ke kota Denpasar yang sangat banyak banyak dan aktivitas kerja masyarakat antar kota kabupaten yang relatif tinggi. Makanya langkah edukasi dan penertiban ini menurut saya yang paling logis dilakukan,” kata anggota Komisi III ini.

Menurutnya tugas pemerintah selain di satu sisi mengedukasi masyarakat, di sisi lain juga diharapkan mampu memberikan edukasi dan penyadaran kepada warga yang masuk Denpasar ini untuk bisa meningkatkan kemampuan dan keterampilannya, caranya dengan pelatihan itu. 

Ia mengatakan, Satpol PP dalam penertibannnya harus rutin, harus jelas dan tegas, konsisten, tidak ada keberpihakan atau tebang pilih sehingga semua pihak bisa melihat bahwa aturan ditegakkan dengan baik oleh dan kepada semua pihak.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra penertiban tersebut tak boleh tebang pilih.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved