Ramadhan 2021

Pastikan Aman Dikonsumsi, BBPOM Denpasar Periksa Makanan Takjil di Dalung Badung Bali

Guna memastikan makanan Takjil buka puasa yang beredar dipasaran aman dikonsumsi, Balai Besar POM Denpasar melakukan pemeriksaan secara langsung.

Tribun Bali/Komang Agus Aryanta
Balai Besar POM Denpasar sat melakukan pemeriksaan makanan di wilayah Dalung Permai pada Senin 19 April 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Guna memastikan makanan Takjil buka puasa yang beredar di pasaran aman dikonsumsi, Balai Besar POM Denpasar melakukan pemeriksaan secara langsung.

Pemeriksaan makanan itu pun dilakukan di lingkungan Pasar Dalung Permai, Kuta Utara Badung pada 19 April 2021.

Dari pantauan dilokasi, pemeriksaan makanan dilakukan satu persatu pada pedagang yang menjual makanan dan minuman.

Setidaknya ada 15 warung yang digunakan sampel untuk pemeriksaan jenis makanan yang dijual.

Makanan dan minuman yang diperiksa yakni Cendol, Es campur,  pepes ikan  dan bakso.

BBPOM di Denpasar Perkuat Komitmen Desa, Pasar dan Sekolah di Bangli Dalam Advokasi Terpadu

105 Tokoh Dukung BPOM, Terkait Polemik Vaksin Nusantara

Terkait Vaksin Nusantara, Ini Penjelasan Jubir Penanganan Covid-19 dan Pihak BPOM

Pemeriksaan dilakukan untuk meyakinkan makanan tersebut tidak tercampur bahan kimia seperti pewarna maupun borak atau sat pengawet (formalin).

"Jadi kita pilih acak, mana yang kita curigai, itu yang kita ambil untuk di cek apa mengandung bahan berbahaya atau tidak. Semua sampel pun kita langsung uji coba," ujar Ahli Madya kordinator substansi Infokom Balai Besar POM Denpasar Luh Putu Witariathi saat ditemui dilokasi.

Pihaknya mengatakan, kegiatan tersebut pun akan dilakukan di semua kabupaten di Bali.

Bahkan kabupaten Badung sendiri akunya kabupaten ke dua yang diperiksa setelah Kabupaten Gianyar.

"Kegiatan yang kita laksanakan ini adalah intensifikasi pengawasan pangan menjelang hari raya idul Fitri dan bulan Ramadan. Kita sebenarnya tidak hanya fokus pada makanan takjil, namun kita juga awasi distribusi distribusi pangan yang membuat parsel, pasar, supermarket Hypermarket dan yang lainnya," beber Witariathi.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan dari 15 sampel makanan dan minuman yang diperiksa di wilayah Dalung Permai  semua memenuhi syarat, atau tidak ditemukannya zat yang membahayakan di makanan.

Sampai saat ini akunya belum ada ditemukan makanan yang membahayakan termasuk juga di wilayah Gianyar juga sama sekali tidak ditemukan makanan yang berbahaya.

"Jika semua penjual makanan tidak menggunakan bahan yang berbahaya, iya kita sangat bersyukur karena pedagang-pedagang sudah sadar," jelasnya.

Dalam pemilihan tempat, pihaknya pun selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam hal ini Pemkab Badung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved