Breaking News:

Berita Denpasar

Operasi Yustisi Covid-19 di Denpasar 23 April 2021 Nihil Ditemukan Warga Tak Bermasker

Tingkat kesadaran warga di Denpasar, Bali, terhadap protokol kesehatan Covid-19 mengalami peningkatan.

Istimewa
Giat operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Denpasar, Bali, Jumat 23 April 2021 - Operasi Yustisi Covid-19 di Denpasar 23 April 2021 Nihil Ditemukan Warga Tak Bermasker 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tingkat kesadaran warga di Denpasar, Bali, terhadap protokol kesehatan Covid-19 mengalami peningkatan.

Hal ini terlihat dari giat operasi yustisi skala mikro di Denpasar, Bali, Jumat 23 April 2021.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, tidak ada masyarakat yang terkena denda sanksi administrasi karena tidak menggunakan masker.

"Giat dilaksanakan di Simpang Tohpati dan di Simpang Jalan Cokroaminoto Ubung. Untuk yang di denda dilaporkan nihil atau tidak ada orang yang terkena denda," kata Dewa kepada Tribun Bali.

Baca juga: Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Tapi Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Baca juga: Paus Fransiskus Minta Doa Sebulan Penuh agar Covid-19 Lekas Berakhir, Kondisi India Makin Genting

Baca juga: Terganjal Prokes Covid-19, HUT Gianyar Tak Dimeriahkan Hiburan Kesenian

Hanya saja, terdapat 5 orang yang masih terjaring dalam giat operasi yustisi Covid-19 dan mendapatkan pembinaan karena menggunakan masker kurang tepat pada posisinya.

"Namun ada 5 orang terjaring pelanggaran dan dilakukan pembinaan karena menggunakan masker kurang pas," ujar dia.

Giat operasi yustisi dilakukan secara mobile dan stasioner, petugas melakukan giat pemantauan dan pengawasan di sejumlah lokasi kawasan tersebut untuk menjaring dan membina warga yang masih melanggar protokol kesehatan (prokes).

"Kami ingatkan tujuan utamanya adalah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bukan semata-mata menghukum, kita harus bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19," katanya.

Adapun giat penegakan hukum protokol dalam pelaksanaannya berdasarkan Pergub 46/2020 dan Perwali 48/2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru.

Operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 Kota Denpasar dinilai efektif dalam menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

Dari awal tahun 2021 hingga menjelang akhir April 2021, petugas yustisi sudah menjaring lebih dari 1.500 orang pelanggar protokol kesehatan, dan jika digabung dengan angka tahun 2020, sudah ada sebanyak lebih dari 3.000 orang terjaring, baik dikenakan sanksi administratif denda maupun pembinaan.(*).

Kumpulan Artikel Denpasar

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved