Breaking News:

Berita Klungkung

Belum Semua Desa Adat di Klungkung Bali Miliki Pararem Anti Narkoba, Baru 34 Desa Adat

Hanya saja dari 122 desa adat di Kabupaten Klungkung, baru 34 desa adat yang memiliki pararem anti nakoba atau baru 27,87 persen.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Noviana Windri
ist
Rapat kerja program perberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan masyarakat yang diselenggarakan oleh BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Klungkung, bertempat di Hotel Wyndam Tamansari Jivva Resort Klungkung, Selasa (27/4) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA -  Pemkab Klungkung sejak tahun 2016 lalu, mengarahkan agar desa adat memiliki pararem anti narkoba, untuk mengantisipasi peredaran ibat terlarang itu sampai ke desa adat.

Hanya saja dari 122 desa adat di Kabupaten Klungkung, baru 34 desa adat yang memiliki pararem anti nakoba atau baru 27,87 persen.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjelaskan, saat ini seluruh desa adat di Kabupaten Klungkung harus lebih bekerja keras dalam memberantas peredaran narkoba.

Pihaknya sejak beberapa tahun lalu, sudah meminta setiap desa adat untuk menyusun pararem anti narkoba mengingat peredaran narkoba sudah sampai di desa adat.

Menurutnya selain penerapan ganjaran hukum pidama, pencegahan melalui pararem atau aturan adat dianggap cukup kuat dalam mengikat masyarakat.

Akan Diberi Sanksi Sosial, BNNK Badung Wajibkan Desa Punya Perarem Terkait Penyalahgunaan Narkoba

Pengolahan Sampah di Desa Adat Bindu Abiansemal Dibuatkan Perarem, Warga Wajib Pilah Saat Membuang

Merasa Tak Pernah Dilibatkan dalam Pembahasan, Krama Desa Adat Keramas Tolak Sosialisasi Perarem

"Pemkab Klungkung juga memiliki peran dalam pemberantasan narkoba, diantaranya peningkatan kampanye publik tentang bahaya penyalagunaan narkoba, melakukan diteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui tes urine kepada ASN dan masyrakat, pembentukan relawan anti narkoba lintas agama bersama FKUB, dan menghimbau pemuatan anti narkoba melalui perarem di desa adat," jelas Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Menurut Suwirta, saat ini di Klungkung korban dari peredaran narkoba masih kalangan generasi muda.

Sehingga pihaknya juga meminta memperketat sejumlah pelabuhan tradisional, yang dicurigai menjadi tempat masuknya peredaran narkoba di Nusa Penida.

Sementara itu berdasarkan data yang dipaparkan, dari 122 desa adat di Kabupaten Klungkung, baru 34 desa adat yang memiliki pararem anti nakoba atau baru 27,87 persennya.

Kepala BNNK Klungkung I Made Pastika menjelaskan, pihaknya akan mendorong para bendesa untuk membuat pararem anti narkoba.

" Kami ingim desa adat untuk ikut aktif mencegah peredaran narkoba di wilayahnya, dengan menyusun pararem yang mengatur sanksi adat untuk pemakai atau pengedar narkoba di wilayahnya," jelas Made Pastika.

Menurutnya pararem ini cukup efektif, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Desa Adat Darmasaba Buat Perarem Untuk Cegah Penularan Covid-19

Bupati Walikota se-Bali Sepakat New Normal Dimulai Besok, Desa Adat Serentak Terapkan Perarem Covid

Sehingga ia juga menekankan agar bendesa dapat dengan tegas menerapkan pararem itu.

"Kami ingin pararem ini memiliki manfaat yang besar, dalam penanggulangan peredaran narkoba di Klungkung," harapnya. (Mit)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved