Breaking News:

Serba serbi

Bolehkah Umat Hindu Menikah Lebih dari Satu Kali? Berikut Penjelasannya

Dalam Agama Hindu dikenal istilah Catur Asrama. Berasal dari Sansekerta, catur berarti empat dan asrama berarti tempat atau lapangan atau tingkatan. 

istimewa
Ilustrasi - I Made Sukartayasa (39) menikahi dua wanita sekaligus 

Tahap kedua setelah Brahmacari, adalah Grhastha Asrama. Yaitu masa hidup membangun rumah tangga. Setelah seseorang selesai menuntut ilmu pengetahuan. 

Untuk mendapatkan kesiapan dalam menghadapi Grhastha. Maka seseorang harus memperkuat fundamental dirinya baik rohani jasmani saat Brahmacari Asrama. 

Baca juga: Cuntaka dan Tata Tertib Masuk Pura Dalam Hindu Bali, Ini yang Boleh Dan Tidak Boleh 

Setelah tujuan Brahmacari dicapai barulah seseorang bisa siap dalam hidup berumah tangga. Dengan bekal hidup yang mumpuni. Sehingga optimistis mampu membangun bahtera rumah tangga dengan segala tantangannya. 

Seseorang yang telah berumah tangga, lalu memiliki keturunan. Tentu akan menua seiring perjalanan waktu. Barulah ia memasuki fase Wanaprastha Asrama. Jengang ketiga dalam Catur Asrama ini, adalah lebih ke arah rohani. 

Yakni seseorang perlahan-lahan mulai mengasingkan diri dari kehidupan duniawi. Apalagi jika semua kewajiban sosial dan rumah tangga, telah dipegang anak cucu. Sehingga seseorang bisa memperdalam ajaran kerohaniannya. 

Lalu Catur Asrama terakhir adalah Bhiksuka atau yang disebut juga Sanyasin. Tahap ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan Wanaprastha. Sebab seseorang Bhiksuka akan mengurangi kegiatan duniawi. 

Melepas dari program hidup manusia dan menyiapkan diri menuju jalan rohani seutuhnya. Termasuk menyiapkan diri agar nanti Sang Hyang Atma kembali bersatu dengan Sang Hyang Parama Atma. (*)

Artikel lainnya di Serba-serbi

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved