Berita Tabanan

Empat Kejadian Bunuh Diri Terjadi Dalam Waktu Tiga Tahun di Jembatan Titi Gantung Tabanan

dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini, sudah ada empat peristiwa bunuh diri di Jembatan Titi Gantung ini.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana di TKP dugaan bunuh diri siswa SMK di Titi Gantung, Banjar/Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa 18 Mei 2021 - Pihak Desa Cau Belayu Berencana Gelar Ritual Keagamaan di Jembatan Titi Gantung Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM,TABANAN - Perbekel Desa Cau Belayu, I Putu Eka Jayantara mengungkapkan, dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini, sudah ada empat peristiwa bunuh diri di Jembatan Titi Gantung ini.

Secara umum mereka anak muda diduga karena masalah asmara dan satu lagi seorang turis yang diduga depresi. 

Kejadian pertama anak muda dari Desa Ayunan Kabupaten Badung, kejadian kedua menimpa seorang bule yang depresi, ketiga atau tepatnya setahun lalu seorang perempuan dari Sangeh, Kabupaten Badung, diduga ada masalah asmara. Dan terakhir adalah seorang pelajar SMK di Badung yang nekay terjun dari jembatan sedalam sekitar 200 meter ini. 

Sementara itu, warga juga sempat mengamankan seorang anak muda wanita dari Badung yangelakukan percobaan aksi bunuh diri.

Wanita tersebut sebenarnya orang dengan ekonomi yang menengah ke atas mengingat saat itu ia mengendarai mobil. 

Ngurah Tewas Tabrak Beton Pembatas Rumah di Jalur Tengkorak Tabanan, Tak Pakai Helm, Motor Masuk Got

Jenazah I Made E Yang Jatuh di Jembatan Titi Gantung Tabanan Dikubur Sore Ini

Pihak Desa Cau Belayu Berencana Gelar Ritual Keagamaan di Jembatan Titi Gantung Tabanan

Awalnya perempuan ini dilihat linglung, dan sempat terlihat mondar-mandir di atas jembatan dengan tatapan kosong.

Karena kecurigaan masyarakat, akhirnya bergegas diamankan.

Dan setelah ditelusuri karena dugaan masalah asmara. 

"Dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini sudah ada empat kejadian peristiwa serupa (bunuh diri) di lokasi Titi Gantung ini. Dan satu orang diduga melakukan percobaan pernah diamankan warga," ungkap Jayantara, Selasa 18 Mei 2021.

Awalnya Hanya Ada Jembatan Gantung Dari Bambu

Menurut Perbekel Eka Jayantara, sebelum dibangunnya jembatan permanen ini, ada sebuah jembatan yang dibangun secara swadaya masyarakat.

Dulunya, jembatan tersebut terbuat dari bambu dan tergantung di atas sungai tersebut yang berfungsi menghubungkan antara Kabupaten Tabanan dengan Badung khususnya. 

Kemudian akses tersebut disebut vital, masyarakat Desa Cau Belayu bersama Desa Sangeh, Badung mengusulkam ke pemerintah provinsi untuk dibuatkan akses jalan berupa jembatan titi gantung. 

Tak lama kemudian, akhirnya disetujui dan jembatan permanen tersebut dibangun tahun 2012 silam. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved