Breaking News:

Program Santunan Kematian di Klungkung Dihentikan Sementara Karena Anggaran Habis

Santunan kematian dirancang Rp 500 juta dan diberikan kepada warga sebagai "perangsang" agar tertib mengurus akta kematian.

Thinkstocks/Fitriyantoandi via Kompas.com
Ilustrasi uang rupiah. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Progam santunan kematian bagi masyarakat di Klungkung, harus dihentikan sementara karena kehabisan anggaran.

Belum dapat dipastikan kapan santunan kematian ini kembali bergulir, karena masih menunggu kepastian anggaran.

Kabid Pelayanan Catatan Disdukcapil Klungkung, I Komang Adi Sujaya menjelaskan, santunan kematian sebelumnya mulai diberikan ke warga per bulan November 2020.

Santunan kematian dirancang Rp 500 juta dan diberikan kepada warga sebagai "perangsang" agar tertib mengurus akta kematian.

"Awalnya dianggarkan Rp500 juta, untuk 500 warga. Santunan kematian ini diberikan Rp1 juta ke pihak keluarga yang meninggal," ungkap Komang Adi Sujaya, didampingi Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Pande Made Anggarnata, dan Kasi Perubahan Status Anak, Kewarganegaraan dan Kematian I Made Widanta Dwi Putra, Rabu 19 Mei 2021. 

Hanya saja per April 2020, anggaran untuk santunan kematian kian menipis, sampai akhirnya anggaran tersebut habis per 29 April 2020.

"Kami sudah melapor ke sekda dan bupati terkait hal ini. Jawabanya masih menunggu ketersediaan anggaran," ungkap Pande Made Anggarnata.

Menurutnya santunan kematian ini sangat diharapkan bagi masyarakat.

Di saat pandemi seperti saat ini, santunan ini sangat membantu bagi warga untuk biaya pemakaman atau upacara anggota keluarganya yang meninggal.

"Rata-rata di Klungkung, ada 150 warga per bulan yang mengurus akta kematian. Kami juga sudah berkoordinasi ke desa, agar mereka mereka menginformasikan ke warganya jika untuk sementara santunan kematian dihentikan," jelasnya.

Meskipun anggaran kematian habis, namun pelayanan Pitra Bakti (pelayanan terintegrasi untuk penerbitan akta kematian) tetap berlanjut dan dilayani.

"Sebenarnya santunan ini kan hanya pelengkap dari program Pitra Bakti. Jadi walau santunan anggarannya habis, pelayanan Pitra Bakti tetap berlanjut," jelasnya.

Sementara Sekda Klungkung Gede Putu Winastra saat dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan, terkait anggaran santunan kematian kedepan, pihaknya akan membahasnya dengan legislatif.

"Nanti kami bahas (anggarannya) bersama DPR di ABPD perubahan. Nanti berapa nilainya, tergantung usulan dinas," ungkapnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved