Breaking News:

Pukul Kepala Sri Widayu dengan Tabung Gas Hingga Tewas di Sanur, Basori Dituntut 13 Tahun Penjara

Pukul Kepala Sri Widayu dengan Tabung Gas Hingga Tewas di Sanur, Basori Dituntut 13 Tahun Penjara

Penulis: Putu Candra | Editor: Aloisius H Manggol
JITET
Ilustrasi pembunuhan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan Sri Widayu (korban) tewas, yaitu Basori Arifin (24) dituntut pidana penjara selama 13 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Surat tuntutan dibacakan JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 25 Mei 2021.

Diketahui, Basori menganiaya dengan cara memukul kepala korban menggunakan tabung gas 3 Kg.

Ini dilakukan lantaran terdakwa emosi istrinya ditampar oleh korban saat menagih utang.

Baca juga: Dokter Pribadi Maradona Didakwa Pembunuhan Berencana Terkait Kematian Legenda Sepakbola Argentina

Dalam surat tuntutan, JPU Swadharma Diputra menyatakan terdakwa kelahiran Jember, Jawa Timur, 1 Februari 1997 ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan. Perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 338 KUHP, sesuai dakwaan alternatif pertama. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan, dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan," tegas jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar ini.

Sementara itu, terhadap tuntutan JPU, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan tertulis (pledoi).

Baca juga: Update 11 Debt Collector Hadang Tentara, Keluarga Pelaku Tak Terima: Ini Bukan Kasus Pembunuhan!

"Kami akan mengajukan pembelaan tertulis, Yang Mulia. Mohon waktu," ucap Ni Wayan Pipit Prabhawanty selaku penasihat hukum. Oleh majelis hakim, sidang selanjutnya akan digelar 8 Juni 2021.

Diketahui, peristiwa pembunuhan terjadi di Warung Jawa Barokah, Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan, Selasa, 2 Februari 2021 sekitar pukul 20.30 Wita.

Saat itu terdakwa bersama istri serta anaknya datang ke warung milik Sri Widayu (korban), untuk menagih utang yang belum dibayar oleh korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved