Breaking News:

Kesehatan

Ini Cara Aman Menambah Berat Badan dalam Seminggu, Salah Satunya Angkat Beban

Menambah berat badan dalam waktu seminggu memang bisa dilakukan, tetapi kenaikan yang dilakukan harus bertahap.

kompas.com
Ilustrasi turun berat badan 

TRIBUN-BALI.COM - Banyak orang mengalami masalah dengan berat badan mereka. Di satu sisi, ada yang memiliki kelebihan berat badan dan berjuang keras untuk menurunkannya.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang mengalami kekurangan berat badan. Sama dengan obesitas, kekurangan berat badan juga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.

Sebuah studi berjudul “Underweight, overweight and obesity as risk factors for mortality and hospitalization” mengungkapkan bahwa orang yang mengalami kekurangan berat badan dapat berisiko kematian dini sampai 140 persen pada pria dan 100 persen pada wanita.

Melansir dari Healthline, beberapa penelitian lain menjelaskan bahwa kekurangan berat badan juga dapat merusak fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan risiko infeksi, menyebabkan osteoporosis dan patah tulang, serta menyebabkan masalah kesuburan.

Baca juga: 10 Makanan Ini Dapat Membantu Meredakan atau Mencegah Gejala Menopause, Apa Saja Itu?

Ada banyak metode yang ditawarkan untuk menambah berat badan. Setiap metode tersebut masing-masing memiliki efek jangka pendek dan juga jangka panjang.

Menambah berat badan dalam waktu seminggu memang bisa dilakukan, tetapi kenaikan yang dilakukan harus bertahap.

Merangkum dari Live Strong, para ahli menyarankan untuk menambah berat badan maksimal 2 pon atau sekitar hampir 1 kg dalam waktu seminggu.

Hasil yang didapat tergantung kondisi tubuh masing-masing. Pada dasarnya, menambah berat badan adalah menambah jumlah massa otot dan lemak subkutan yang seimbang.

Baca juga: Kenali Lupus, Penyakit Seribu Wajah yang Lebih Banyak Menyasar Perempuan

Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Misalnya, mengonsumsi makanan yang tinggi gula merupakan cara mudah untuk meningkatkan asupan kalori.

Namun, seperti dikutip dari Medical News Today, hal ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.

Halaman
1234
Editor: I Made Dwi Suputra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved