Breaking News:

Berita Denpasar

BREAKING NEWS - Datangi Kejari Denpasar, Tim Hukum Jerinx Bayarkan Denda Subsider Rp 10 Juta

tim hukum membayarkan denda subsider Rp 10 juta yang dijatuhkan majelis hakim terhadap penggebuk drum Superman Is Dead (SID) itu.

TRIBUN BALI/PUTU CANDRA
Wayan Gendo Suardana memperlihatkan uang sejumlah Rp 10 juta yang akan dibayarkan untuk pidana denda subsider Jerinx di Kejari Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim penasihat hukum I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Rabu, 2 Juni 2021.

Kedatangan tim hukum yang dikomandoi oleh I Wayan Gendo Suardana ini untuk membayarkan denda subsider Rp 10 juta yang dijatuhkan majelis hakim terhadap penggebuk drum Superman Is Dead (SID) itu. 

"Kami akan membayarkan denda Rp 10 juta. Sebagaimana putusan majelis hakim, bahwa Jerinx dipidana penjara selama 10 bulan, dan denda Rp 10 juta subsidair 1 bulan kurungan," jelas Gendo sebelum menyerahkan uang pembayaran denda di Kejari Denpasar

Pihaknya menjelaskan, pembayaran dilakukan secara penuh dan tunai.

Dimana sebagian uang tersebut berasal dari publik atau masyarakat dengan jumlah Rp 5.192.000.

Simpatisan JRX Serahkan Donasi ke Keluarga Jerinx untuk Bayar Subsider

Gendo Pastikan Nora Bayar Denda Rp 10 Juta, Hasil Patungan Simpatisan, Jerinx Bisa Bebas 8 Juni 2021

Sisanya berasal dari keluarga dan istri Jerinx.

"Kami akan segera bayarkan untuk pengurusan pembebasan Jerinx. Kami membayar dengan uang tunai pecahan Rp 100 sampai Rp 100 ribu. Kami tidak bermaksud mengencilkan atau menganggap remeh. Uang ini utuh kami setorkan tanpa bermaksud apapun. Tapi uang ini yang dikumpulkan para simpatisan dan masyarakat untuk jerinx," jelasnya. 

Lebih lanjut, Gendo menyebutkan bahwa uang donasi yang dikumpulkan para simpatisan ini dihasilkan dari kegiatan ngamen, membuat konser mini serta menjual merchandise. 

"Kami tidak boleh menafikan solidaritas dari publik. Jadi kami biarkan utuh tidak ditukar. Bukan bermaksud mempersulit pihak kejaksaan tapi kami menyerahkan apa adanya," paparnya. 

Ditanya kembali mengenai kapan bebasnya Jerinx, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Lapas Kerobokan usai membayar denda subsider. 

"Untuk kepastian keluarnya (bebas) Jerinx nanti kami akan koordinasi dengan pihak lapas usai melakukan pembayaran denda. Tapi pegangan kami ada dua, yakni dari pernyataan Kakanwil Hukum dan HAM Bali, bahwa akan keluar tanggal 8 Juni 2021. Atau menggunakan hitungan 10 bulan penjara. Jadi hitungannya 12 Agustus 2020 ditahan, maka paling lambat 11 atau 12 juni akan bebas . Tapi kalau ada remisi atau asimilasi itu akan lebih awal keluarnya," terangnya. 

Penulis: Putu Candra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved