Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Banyak ASN Belum Terima Gaji ke-13, Pemprov Bali Menganggarkan Rp 53 Miliar

Pemerintah dikabarkan telah menurunkan gaji ke-13 kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak Kamis 3 Juni 2021

Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi uang - Banyak ASN Belum Terima Gaji ke-13, Pemprov Bali Menganggarkan Rp 53 Miliar 

“Kementerian/lembaga dapat mengajukan permintaan pembayaran gaji ke-13 ke KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) mulai 2 Juni dan KPPN melakukan pencairan mulai 3 Juni,” ujarnya kemarin.

Ia mengungkapkan, dalam prosesnya pencairan gaji ke-13 tahun ini sama dengan pencairan THR.

Yakni, meliputi gaji pokok dan tunjangan yang melekat saja.

Artinya, tunjangan kinerja kembali dihapus dalam komponen pembayaran gaji ke-13 maupun THR sama seperti tahun lalu.

KPPN di seluruh Indonesia sudah berkoordinasi dengan satuan mitra kerjanya untuk mengajukan permintaan pembayaran gaji-13.

Selain itu, KPPN siap untuk memproses semua permintaan pembayaran gaji-13.

“Perkiraan kebutuhan anggaran untuk pembayaran gaji-13 adalah Rp 7,6 triliun untuk aparatur negara dan Rp 8,7 triliun untuk pensiunan,” jelasnya.

Sempat Pro Kontra di Medsos

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) telah memastikan bahwa pencairan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara termasuk juga untuk PNS, TNI, Polri, hingga pensiunan ASN disalurkan, Kamis 3 Juni 2021.

Selain itu sebelumnya juga sempat terdapat pro dan kontra di media sosial terkait gaji ke-13 yang tidak disertakan dengan tunjangan kinerja.

Dan hingga saat ini ASN, khususnya di Kota Denpasar, baik yang bekerja pada instansi Pemkot dan pusat belum menerima gaji ke-13 tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Surya Hanggea yakni seorang PNS yang bertugas di salah satu instansi yang berada di Kota Denpasar, memberikan pendapatnya.

Menurutnya, Pemberian gaji ke-13 ini belum pada fase yang terlambat.

"Sudah mau cair kok. Kalau keterlambatan, belum terlambat rasanya. Karena awalnya kan dibilang minggu pertama sampai kedua," ungkapnya, Jumat 4 Juni 2021.

Baca juga: Kabar Gaji ke-13 Cair, Banyak PNS Pemprov Bali Justru Ngaku Belum Dapat

Sementara untuk, pro dan kontra terkait gaji ke-13 yang tidak disertakan dengan tunjangan kinerja dan tidak sesuai dengan janji pemerintah pada tahun lalu, menurut Gea, permasalahan tersebut sudah mereda setelah mendapatkan jawaban, bahwa prioritas pengelolaan anggaran masih berfokus pada penanganan Covid-19.

"Masalah pro kontra itu sudah sempat dibahas Bu Sri Mulyani, yang awalnya dijanjikan tahun ini dibayarkan berikut tunjangan kinerja. Kan sempat ribut tuh di Medsos, karena tidak sesuai dengan janji tahun lalu. Tapi setelah mendapatkan penjelasan bahwa prioritas pengelolaan anggaran masih untuk penanganan Covid-19, sudah mereda pro kontra nya," lanjutnya.

Ia mengatakan, dengan akan mendapatkan gaji ke-13 ini saja sudah sangat bersyukur, walapun tidak dengan tunjangan kinerja. Ia juga berharap dengan adanya gaji ke-13 ini, dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian, seperti berbelanja di UMKM, usaha-usaha kecil, dengan tujuan agar imbasnya juga terasa sampai ke bawah.

Setali tiga uang dengan pendapatan Gea, salah satu PNS lainnya yakni Novita Sari juga mengakubersyukur dengan adanya pemberian gaji ke-13 ini terlebih saat ini masih berada di tengah pandemi Covid-19.

Ia juga berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu dan gaji ke-13 ini bisa segera terbayarkan.

"Masih ada (gaji ke-13), sudah syukur sih, karena tunjangan kinerja 13 kan kami sudah tidak terima lagi dari tahun lalu. Harapannya, semoga pandemi Covid-19 segera berlalu, ekonomi pulih sehingga gaji ke-13 bisa segera dibayarkan," ucap, Novi.

Novi mengatakan, gaji ke-13 ini pada dasarnya untuk kebutuhan PNS yang anak-anaknya akan mendaftarkan sekolah.

Maka dari itu banyak juga rekan-rekan seprofesinya yang menunggu gaji ke-13 tersebut.

Dan menurut informasi yang beredar, perkiraannya mendapatkan gaji ke-13 kurang lebih pada pertengahan Juni.

"Gaji ke-13 kan pada dasarnya untuk anak sekolah. Anak sekolahnya baru dimulai Juli nanti. Jadi tidak terlalu masalah kalau telat dikit. Kalau anak saya masih SD sih. Jadi agak santai. Mungkin teman-teman yang anaknya mencari sekolah ke SMP atau SMA yang memerlukan lebih cepat," kata Novi.

NEWS ANALISYS Bhima Yudhistira Direktur Center of Economic and Law Studies CELIOS,
Berperan Tumbuhkan Ekonomi

PERAN gaji ke-13 cukup berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat pasca lebaran.

Kemarin saat lebaran ada bantuan THR sehingga konsumsi lebih tinggi dan Indonesia bisa lepas dari resesi ekonomi.

Tapi pasca lebaran, motor pemulihan ekonomi yang berasal dari konsumsi terbatas.

Oleh karena itu gaji ke 13 berperan bukan saja kepada 4,2 juta ASN, tapi ke sektor usaha lainnya.

Karena sifatnya nasional, maka gaji ke-13 bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian, mencicil utang, sampai biaya sekolah karena bertepatan dengan jadwal tahun ajaran baru sekolah.

Dengan lebih rendahnya gaji ke-13 maka efek ke dorongan konsumsi, khususnya di sisa kuartal ke II dan ke III menjadi lebih rendah.

P to P KOMPONEN
1. Pensiun pokok
2. Tunjangan keluarga
3. Tunjangan pangan dalam bentuk uang
4. Tambahan penghasilan
- Tunjangan Kinerja tak menjadi komponen dalam gaji ke-13 tahun ini.

* Gaji pokok pensiunan PNS

- PNS golongan I antara Rp 1.560.800-Rp 2.014.900.
- PNS Golongan II antara Rp 1.560.800-Rp 2.865.000
- PNS Golongan III antara Rp 1.560.800-Rp 3.597.800
- PNS Golongan IV antara Rp 1.560.800-Rp 4.425.900

* Pensiunan Janda/Duda PNS

- Pensiunan janda/duda PNS golongan I yaitu Rp 1.170.600.
- Pensiunan janda/duda PNS golongan II Rp 1.170.600-Rp 1.375.200.
- Pensiunan janda/duda PNS golongan III Rp 1.170.600-Rp 1.727.000.
- Pensiunan janda/duda PNS golongan IV Rp 1.170.600-Rp 2.124.500.

(gil/sar/mpa)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved