Breaking News:

Berita Bali

Miris, 100 Unit Lebih Angkutan Wisata di Bali Ditarik Leasing Hingga Dilelang Akibat Pandemi

Pawiba yang menjadi wadah hampir 150 usaha angkutan saat ini tidak dapat lagi mempertahankan kemandirian ekonominya sehingga mengalami kesulitan.

(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Konferensi pers Pawiba mengenai kondisi anggotanya sekarang yang armadanya ditarik ataupun dijual dampak pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung setahun lebih, perekonomian Indonesia dan Bali khususnya sangat terpuruk hingga sekarang.

Tak terkecuali angkutan wisata juga sangat terdampak karena tidak adanya kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang menyewa.

Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) yang menjadi wadah hampir 150 usaha angkutan saat ini tidak dapat lagi mempertahankan kemandirian ekonominya sehingga harus mengalami banyak kesulitan dan hal lainnya.

Segala macam usaha telah diupayakan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasar sebagai pelaku usaha, dan berusaha mempertahankan kelangsungan hidup usaha dengan cara seadanya.

"Keluhan dari semua anggota kami sama semua, yaitu kesulitan menghadapi melakukan kewajiban-kewajiban kita terhadap pembiayaan (membayar angsuran armada bus). Dan sudah tidak ada kebijaksanaan dari beberapa perusahaan pembiayaan seperti relaksasi, penundaan pembayaran dan lain-lain," ujar Ketua Pawiba, I Nyoman Sudiarta saat memberikan keterangan di Warung Royal Garage, Renon, Denpasar, Senin 7 Juni 2021.

Dampak Pandemi, Restoran Khusus Turis China di Gianyar Kini Jadi Tempat Upacara Keagamaan

Dampak Pandemi Covid-19, Penjualan Sepeda Motor di Bali Turun hingga 60 Persen 

Kemudian perusahaan pembiayaan (Leasing) merasa dirugikan lalu mereka banyak melakukan penarikan kendaraan terhadap pengusaha angkutan wisata yang tidak dapat memenuhi kewajibannya (membayar angsuran).

Bahkan selain ditarik oleh Leasing, pengusaha angkutan memilih menjual murah atau melelang kendaraannya untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya untuk sekedar bertahan ditengah pandemi Covid-19.

"Kalau data resmi berapa yang unit yang ditarik dari seluruh anggota kami belum ada pastinya. Tapi kendaraan yang hilang dari anggota saya sudah diatas 100 unit lebih armada anggota kami yelah dijual atau ditarik. Dengan itu kita mengalami kerugian selama pandemi hingga sekarang mungkin mencapai Rp 100miliar lebih," ungkap Nyoman Sudiarta.

100 lebih kendaraan yang telah hilang baik itu kendaraan sewa Mobil (jenis Avanza hingga Innova atau sejenisnya), kendaraan sewa premium (jenis Alphard sejenisnya), kendaraan Sewa ELF, Hiace, kendaraan Bus Pariwisata medium 20, 30, 35 seat dan bahkan kendaraan bus pariwisata 40 - 45 seat.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved