Breaking News:

Berita Denpasar

Hingga Juni, 83 PMI Asal Denpasar Sudah Berangkat ke Kapal Pesiar

Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah berangkat kerja ke luar negeri.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali / Dwi S
Ilustrasi Kapal Pesiar - Hingga Juni, 83 PMI Asal Denpasar Sudah Berangkat ke Kapal Pesiar 

Ia menambahkan, untuk bisa berangkat ke luar negeri, PMI ini harus memiliki job letter dari agen di luar negeri.

Apabila tak dapat menunjukkan job letter, mereka tak diizinkan untuk berangkat.

“Kalau tidak ada job letter, kami tidak akan keluarkan izin keberangkatan untuk mereka,” katanya.

Selain itu, saat ini pihaknya juga sedang membina Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada di Kota Denpasar.

Di mana, saat ini tercatat sebanyak 52 LPK swasta yang terakreditasi di Denpasar yang bekerja sama dengan Disnaker.

Ia mengatakan, tanpa adanya agen, LPK ini tak bisa langsung memberangkatkan PMI ini karena harus kerja sama dengan agen.

“Itu yang kami bina sekarang, karena ada juga LPK yang bekerja sama dengan agen tapi belum jelas kerjasamanya, sehingga itu rentan menimbulkan permasalahan nantinya,” katanya.

Ia mengatakan beberapa waktu lalu ada LPK swasta besar yang audiensi ke Disnaker.

Di mana setiap bulannya LPK tersebut mendapat kuota sebanyak 120 PMI yang dipekerjakan di kapal pesiar.

“Itu sangat banyak kuotanya, 120 perbulan. Tetapi saya cek dulu, karena izinnya kan LPK itu,” katanya.

Ternyata setelah ditelusuri, LPK tersebut bekerja sama dengan agen yang berada di Jakarta.

“Nah kami minta ke mereka untuk membuat MoU yang jelas, agar nantinya tidak ada kasus. Setelah MoU-nya jelas, maka ini menjadi peluang yang bagus untuk penyaluran PMI kita,” katanya. (*)

 
 

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved