Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

Klungkung Kembali Terima 1.250 Dosis Vaksin Covid-19

Klungkung kembali menerima 1.250 dosis atau 125 vial vaksin Covid-19 produk AstraZeneca.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Personel Polres Klungkung saat mengawal kedatangan Vaksin Covid-19 - Klungkung Kembali Terima 1.250 Dosis Vaksin Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Klungkung kembali menerima 1.250 dosis atau 125 vial vaksin Covid-19 produk AstraZeneca.

Nantinya vaksin tersebut didistribusikan ke setiap desa, yang cakupan vaksinasi di wilayahnya belum tuntas.

Pendistirbusian vaksin tersebut juga masih dikawal ketat kepolisian.

"Distribusi terhadap vaksin Covid-19 ini masih kami kawal ketat, demi kelancarannya sampai distribusi di wilayah sasaran,"ungkap Kapolres Klungkung, AKBP Bima Aria Viyasa.

Baca juga: 6 Strategi Ketua Satgas Covid-19 untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Libur Lebaran

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Klungkung, I Nyoman Suwirta menjelaskan, sejauh ini jumlah ketersediaan vaksin Covid-19 di Klungkung, Bali, masih aman.

"Jika dulu orang yang menunggu vaksin, sekarang sebaliknya, vaksin yang menunggu orang,"ungkap Suwirta, Senin 14 Juni 2021.

Sementara, berdasarkan data Satgas Covid-19 Klungkung per Rabu 9 Juni 2021, ada sembilan desa dengan cakupan vaksinasi masih rendah antara lain Desa Paksebali, Kelurahan Semarapura Tengah, Sampalan Klod, Tangkas, Semarapura Klod Kangin, Gelgel, Tegak, Bungbungan dan Keluarahan Semarapura Kangin.

Desa/kelurahan itu masuk cakupan vaksinasinya masih di bawah 30 persen.

Sementara, ada empat desa dengan cakupan tertinggi, yakni Desa Lembongan dan Jungut Batu di Kecamatan Nusa Penida yang cakupan vaksinasinya sudah mencapai 100 persen.

Kemudian dua desa lainnya, yakni Jumpai dan Kampung Gelgel di Kecamatan Klungkung yang cakupannya sudah 98 persen.

"Meskipun sudah tuntas vaksiansi dan ketersediaan vaksin masih aman, saya imbau masyarakat untuk tetap taat akan protokol kesehatan. Misalnya rajin mencuci tangan, mengenakan masker, dan menghindari kerumunan," ungkap Suwirta.

Baca juga: Percepat Proses Vaksinasi, Satgas Covid-19 Buleleng Dapat Bantuan Vaksinator dari Polda dan Pemprov

Percepat Proses Vaksinasi, Satgas Covid-19 Buleleng Dapat Bantuan Vaksinator dari Polda dan Pemprov

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng mendapatkan bantuan tim vaksinator dari Polda Bali dan Polres Buleleng, serta dari Pemprov Bali.

Bantuan ini dikerahkan agar target vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah pusat, cepat tercapai.

Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyaa pada Minggu 13 Juni 2021 mengatakan, bantuan vaksinator dari Polda dan Polres Buleleng masing-masing berjumlah satu tim.

Mereka membantu proses vaksinasi di wilayah Kecamatan Buleleng.

Sementara bantuan vaksinator dari Pemprov Bali berjumlah lima tim.

Mereka membantu proses vaksinasi khusus di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Desa Lokapaksa dipilih oleh tim vaksinator Pemprov Bali lantaran pihaknya juga ditarget memvaksin 1.000 orang dalam sehari.

"Setelah dilakukan koordinasi, tim vaksinator dari Pemprov ini memang hanya minta satu desa, namun desa itu dapat mendatangkan seribu penduduknya dalam sehari. Jadi Desa Lokapaksa lah yang dianggap tepat. Kalau diberikan ke desa lain, tentu targetnya tidak bisa tercapai," jelasnya.

Tim vaksinator dari Pemprov ini akan membantu percepatan vaksinasi ini selama empat hari, terhitung sejak Senin 14 Juni 2021.

Vaksin yang digunakan dibawa khusus dari Pemprov Bali.

Sementara tim vaksinator dari Polda dan Polres Buleleng akan bekerja hingga Rabu 30 Juni 2021, menggunakan jatah vaksin yang dimiliki oleh Satgas Buleleng.

Vaksinasi yang dilakukan oleh tim kesehatan dari Polda dan Polres ini menyasar pada 14 desa yang ada di Kecamatan Gerokgak.

Hingga saat ini, mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng itu menyebut, dari 50 ribu dosis vaksin yang diterima oleh pihaknya pada Senin 7 Juni 2021 lalu, 10 ribu dosis diantaranya sudah diberikan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Gerokgak.

Target pemberian vaksin untuk 70 persen penduduk di Kecamatan Gerokgak pun diyakini dapat tercapai pada Minggu 19 Juni 2021.

Baca juga: Teori Kebocoran Covid-19 di Lab Wuhan China Dibahas Dalam KTT G7, WHO Sebut China Belum Transparan

Setelah itu, vaksinasi rencananya akan menyasar ke Kecamatan Seririt.

Di sisi lain, terkait perkembangan Covid-19 di Buleleng, Minggu 13 Juni 2021, terdapat penambahan delapan kasus baru terkonfirmasi.

Masing-masing berasal dari Kecamatan Buleleng sebanyak enam orang, Kecamatan Kubutambahan satu orang, dan Kecamatan Banjar satu orang.

Selain itu juga terdapat penambahan dua kasus kematian dengan hasil swab test positif Covid.

Masing-masing berasal dari Kecamatan Kubutambahan, dan Kecamatan Buleleng.

Untuk kasus kematian asal Kecamatan Kubutambahan, merupakan seorang pria berusia 75 tahun.

Pasien mulanya datang ke RS Kertha Usada pada Rabu 2 Juni 2021, dengan keluhan demam, batuk, sesak nafas, lesu, nafsu makan menurun, dan muntah.

Selain itu almarhum juga memiliki penyakit penyerta berupa diabates melitus.

Pasien kemudian meninggal dunia pada Jumat 11 Juni 2021.

Sementara kasus kematian asal Kecamatan Buleleng merupakan seorang wanita berusia 78 tahun.

Almarhum datang ke RS Tangguwisia Seririt pada 20 Mei lalu, dengan keluhan sesak nafas, batuk, nyeri ulu hati.

Selain itu pasien juga memiliki penyakit penyerta berupa hipertensi dan gangguan jantung. Pasien kemudian meninggal dunia pada Minggu 13 Juni 2021.

Selain penambahan kasus kematian, Satgas juga mengumumkan terdapat penambahan enam pasien Covid yang telah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Kasus Kian Melandai, Kontrak Tenaga Penanganan Covid-19 RSUD Klungkung Kemungkinan Tak Diperpanjang

Dengan demikian, sisa pasien yang masih dirawat saat ini berjumlah 41 orang. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved