Breaking News:

Berita Bali

Pariwisata Bali Akan Dibuka Juli Mendatang, Wisman Wajib Karantina 5 Hari

pemerintah akan menerapkan beberapa skema terkait kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Foto Stakeholder Relation Kantor Cabang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Pariwisata Bali Akan Dibuka Juli Mendatang, Wisman Wajib Karantina 5 Hari 

Dan hal tersebut agak susah dikondisikan karena terdapat varian of conse, yang sewaktu-waktu bisa membuat kasus naik.

Dan hal tersebutlah yang akan dijaga.

"Tapi sampai saat ini angka cakupan vaksinasinya di Bali termasuk yang sudah hampir mencapai herd Iimmunity," tandasnya.

Wisata Medis

Beberapa rumah sakit di Provinsi Bali sedang mempersiapkan wisata medis. Salah satunya yakni RSUP Sanglah Denpasar.

Untuk memastikan kesiapan akan wisata medis di RSUP Sanglah, Wakil Mentri Kesehatan melakukan peninjauan, Jumat.

Dante mengatakan, medical tourism ini adalah satu upaya dimana untuk mengatasi beban sebesar Rp 100 triliun yang selama satu tahun sudah keluar untuk pergi berobat ke luar negeri.

"Yang dimaksud medical tourism adalah bagaimana yang Rp 100 triliun ke luar negeri ini bisa tetap ada di Indonesia, misalnya dengan membangun klinik-klinik center of excellent di Indonesia. Sehingga kita tidak kehilangan devisa negara lagi," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, nantinya medical tourism ini diharapkan bisa ada di Bali dan dapat menyelematkan kurang lebih devisa negara yang keluar hampir Rp 100 triliun per tahun.

Dan karena saat ini masih pada situasi masih pandemi Covid-19, tentunya ini akan berjalan sesuai dengan perencanaan.

Ia juga berharap nantinya ketika pandemi Covid-19 mulai turun pihaknya dapat merealisasikan wisata medis.

Dan beberapa layana yang akan dikembangkan nantinya pada wisata medis di Bali yakni seperti estetika dan beberapa layanan lainnya.

"Layanan center of excellent yang akan dikembangkan di rumah sakit seperti, estitika. Jadi itu sudah termasuk dalam sisi perawatan kulit, bedah plastik, perawatan gigi. Intinya yang biasa orang berobat ke luar negeri," tambahnya.

Sementara untuk beberapa persiapannya, pihaknya sudah melakukan konsolidasi secara sistem, meninjau tempat, serta kesediaan RSUP Sanglah untuk mengembangkan potensi layanannya untuk wisata medis.

Sebelumnya, Wakil Mentri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono serta pejabat Pemerintah Provinsi Bali menghadiri Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Kamis 17 Juni 2021.

Dalam sambutannya, Dante mengatakan kegiatan ini bertujuan mengajak para lansia agar selalu bersama keluarga.

"Baru saja kita mengikuti hari Lansia Nasional yang bertema lansia sehat keluarga bahagia. Dan ini bertujuan mengajak warga senior yang ada di sekitar kita untuk selalu bersama keluarga karena 90 persen mereka masih bersama keluarga. Dan 74 persen dari warga senior masih terus aktif dan bekerja," ungkapnya.

Pihaknya pun memiliki salah satu program yang berbentuk bagaimana, pihaknya menempatkan Lansia sebagai prioritas kedua penerima vaksin Covid-19 setelah tenaga kesehatan.

Selain itu juga, ia mengatakan bahwa Provinsi Bali merupakan salah satu contoh dari bagaimana kegiatan vaksinasi Covid-19 berjalan dengan baik.

Bahkan kegiatan vaksinasi Covid-19 pada lansia di Bali sudah mencapai angka 93 persen.

"Kita melakukan percepatan vaksinasi di seluruh tempat di Nusantara. Bali salah satu contoh dari bagaimana kegiatan vaksinasi dapat berjalan dengan baik, bahkan capaian vaksinasi lansia sudah 93 persen di Bali. Apresiasi untuk daerah kita berikan penghargaan terhadap kegiatan vaksinasi lansia hari ini kepada beberapa daerah dan termasuk di Bali, Riau, Jawa Timur, Kalteng, Jateng, dan Yogyakarta kita berikan penghargaan untuk capaian vaksinasi lansia," tambahnya.

Diakuinya, memang kondisi untuk melakukan vaksinasi terhadap lansia banyak kendalanya, terutama pada mobilisasi yang mengharuskan Lansia datang ke tempat vaksinasi.

Maka dari itu beberapa instansi sudah dengan agresif bergerak dengan menjemput bola mendatangi para Lansia untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Sementara itu pihaknya juga sedang mengupayakan beberapa hal terkait melonjaknya kasus positif Covid-19 di daerah lain.

"Beberapa hal sedang diupayakan. Apa yang terjadi kejadian di daerah bukan hanya tanggung jawab daerah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama di nasional. Terjadi peningkatan kasus di Kudus, Bangkalan serta tempat lainnya itu merupakan cerminan untuk melakukan upaya secara bersama-sama," imbuhnya.

Upaya-upaya tersebut diantaranya, mempercepat gerakan vaksinasi di daerah yang mengalami lonjakan kasus tersebut, menambahkan kapasitas RS sehingga ketersediaan bed bisa terakomodasi dengan baik, serta memberikan bantuan alat-alat medis ke RS di daerah lonjakan kasus agar bisa memiliki faskes yang cukup. (*).

Baca juga: Terkait Rencana Pembukaan Pariwisata Bali Juli 2021, Pemprov Terus Berupaya Yakinkan Wisatawan Asing

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved