Daun Kelor
Cara Memanfaatkan Daun Kelor Sebagai Sayur Hingga Obat Rematik
Daun kelor tidak hanya enak dimakan, tetapi juga memiliki khasiat menyembuhkan. Bagaimana cara memanfaatkannya?
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
"Kelor merupakan tumbuhan dari suku Moringaceae dengan nama ilmiah Moringa Oleifera," jelasnya kepada Tribun Bali, Minggu 20 Juni 2021.
Tanaman ini tumbuh dan berkembang di negara Asia Tenggara, terutama di Indonesia.
Di Bali, tanaman kelor sudah tidak asing lagi karena berkhasiat dan manfaatnya luar biasa.
"Khasiat kelor telah dicantumkan pada Usada Taru Pramana, yang terbagi menjadi daging dan daun sejuk," katanya.
Kemudian getah dingin dan akar hangat.
Untuk pengobatan, daun dimanfaatkan sebagai obat sakit mata.
Caranya, daun dicampur dengan jeruk nipis, uyah arang, diperas, disaring, dibiarkan mengendap, lalu air endapannya yang bening dipakai untuk obat tetes mata.
Akarnya dimanfaatkan sebagai boreh untuk mengatasi rematik.
Caranya, daun kelor ditambahkan dengan sindrong jangkep, digerus halus serta ditambah air cuka atau arak.
Lalu diparamkan pada bagian yang sakit.
Untuk mengatasi keseleo atau memar, caranya daun kelor ditambah beras, kencur, bawang, lalu digerus halus.
Ditambahkan dengan air arak.
Kemudian diaplikasikan pada bagian yang sakit.
"Nah, karena mengandung nutrisi tinggi, daun kelor diandalkan sebagai sumber nutrisi dan gizi yaitu mengandung protein, karbohidrat, dan serat.
Mengandung Vitamin lengkap ( Vit A, B, C,dan E)," sebutnya.
Mineralnya juga tinggi seperti zat besi, kalsium, magnesium, zink, dan lain sebagainya.
Tata cara pengolahannya sebagai sumber nutrisi, dan yang paling sederhana serta dilakukan di rumah yaitu dimasak sebagai sayur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menkes-menunjukkn-daun-kelor-yang-bisa-diolah-menjadi-jeli.jpg)