Breaking News:

Berita Bali

Penumpang Membeludak Tes PCR di Terminal Kedatangan Bandara Ngurah Rai, AP I akan Lakukan Evaluasi

Puluhan penumpang yang tiba dan diharuskan melakukan tes PCR di sana pun harus menunggu lama untuk diambil sample-nya oleh petugas kesehatan

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana kepadatan penumpang yang diwajibkan melakukan tes swab berbasis PCR di kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Layanan tes swab berbasis PCR di terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sejak kemarin dan hari ini membeludak.

Puluhan penumpang yang tiba dan diharuskan melakukan tes PCR di sana pun harus menunggu lama untuk diambil sample-nya oleh petugas kesehatan.

Dari pantauan di lapangan membeludaknya penumpang yang melakukan tes swab berbasis PCR itu diduga karena hanya ada satu bilik pengambilan sample.

Dikonfirmasi mengenai perihal tersebut, Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira tidak memungkirinya.

Baca juga: Penumpang Pesawat Wajib Tunjukkan Surat Vaksin Corona, Pengelola Bandara di Bali Tunggu Surat Edaran

"Menumpuknya atau membeludaknya itu kemungkinan penumpang tersebut belum terinformasikan secara detail persyaratan masuk ke Bali.

Contoh mungkin banyak dari daerah asal keberangkatan belum memiliki layanan PCR dibolehkan menggunakan antigen tetapi wajib melakukan PCR di kedatangan Bandara I Gusti Ngurah Rai," ujar Taufan Yudhistira, Kamis 1 Juli 2021.

Mungkin banyak juga penumpang yang sudah memiliki hasil negatif PCR tetapi belum disertai Barcode/QRCode, dan bagi yang bersangkutan itu wajib melakukan PCR ulang secara mandiri di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

"Karena memang kewajibannya adalah yang bersangkutan wajib PCR dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatifnya menggunakan Barcode atau QRCode. Jadi banyaknya penumpang yang melakukan PCR di kedatangan domestik karena ada dua hal itu, pertama berasal dari daerah asal tidak memiliki layanan PCR dan kedua dia sudah memiliki surat PCR tetapi belum Barcode/QRCode dan wajib PCR ulang disini," jelasnya.

Mengenai hanya adanya satu bilik pengambilan sample disana, pihaknya akan mengevaluasi kebutuhan di lapangan seperti apa jika diperlukan tambahan, maka akan ditambah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved