Breaking News:

Berita Gianyar

Peremajaan Pecalang Desa Adat Gianyar Diprotes, Ada Pecalang Berusia di Atas 50 Tahun

Peremajaan Pecalang Desa Adat Gianyar, Kecamatan/Kabupaten Gianyar menjadi pakrimik krama setempat.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi Pecalang 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Peremajaan Pecalang Desa Adat Gianyar, Kecamatan/Kabupaten Gianyar menjadi pakrimik krama setempat.

Di mana sebelumnya, pihak prajuru memberhentikan sejumlah pecalang dengan alasan suka mabuk.

Namun saat ini, sejumlah pecalang baru yang dilantik, justru tidak sesuai ketentuan.

Satu di antaranya adalah dari segi usia, yang tidak memperbolehkan pecalang berusia 50 tahun. 

Berdasarkan data diterima Tribun Bali, Minggu 4 Juli 2021, mekanisme pemilihan pecalang sesuai dengan surat yang ditandatangi Bendesa Adat Gianyar, Dewa Made Swardana, nomor: 032/DAG/V/2021 tertanggal 18 Mei 2021 yang ditujukan kepada Kelian Adat se-Desa Adat Gianyar, bahwa berdasarkan hasil Paruman di Pura Puseh Gianyar pada 18 April 2021, persyaratan pecalang yakni; Krama Mipil; usia tidak lewat dari 50 tahun; sehat jasmani dan rohani, patuh pada awig-awig Desa Adat Gianyar dan terakhir bukan ASN/PNS.

Baca juga: Demi PAD, Pemkab Gianyar Lirik Parkiran Objek Wisata Pantai

Namun dalam pemilihan tersebut, dari 39 pecalang tersebut, beberapa di antaranya berusia lebih dari 50 tahun.

Pengangkatan pecalang yang tidak sesesuai dengan hasil paruman tersebut membuat beberapa mantan pecalang tidak terima.

Mereka mempertanyakan pecalang yang baru usianya lebih dari 50 tahun dan ada juga yang bukan krama mipil.

Seorang mantan pecalang setempat, I Wayan Surija merupakan salah satu yang mempertanyakan pemilihan pecalang ini.

Namun ia menegaskan, ia tidak mempersalahkan dirinya diberhentikan sebagai pecalang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved