Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Covid 19

Penting di Masa Pandemi, Ini Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen Dengan Proning

Teknik proning ini belakangan dianjurkan sejumlah dokter termasuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Tayang:
tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi langkah-langkah proning untuk meningkatkan saturasi oksigen covid-19 

TRIBUN-BALI.COM - Salah satu cara meningkatkan saturasi oksigen yang bisa dilakukan adalah melakukan teknik proning.

Proning position atau dikenal dengan proning adalah teknik meningkatkan kadar oksigen dengan cara mengatur posisi tidur pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

Teknik ini belakangan dianjurkan sejumlah dokter termasuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Saran tersebut menyikapi banyaknya masyarakat yang memborong oksigen untuk antisipasi menurunnya saturasi oksigen tiba-tiba ketika menjalani isolasi mandiri Covid-19 di rumah.

Baca juga: Satgas Covid-19 Terus Edukasi Pengunjung Pasar, Jadikan Prokes Sebagai Kebiasaan

Padahal, kebutuhan oksigen medis tengah meningkat pesat, seiring lonjakan kasus infeksi virus corona SARS-CoV-2 varian delta.

Perlu diketahui, kadar saturasi oksigen normal dari hasil pengukuran pulse pulse oximeter berkisar antara 95 persen sampai 100 persen.

Saturasi oksigen (SpO) mulai menurun ketika kadarnya di bawah 94 persen.

Manfaat proning potensial untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen bagi pasien yang menderita gangguan pernapasan, seperti Covid-19.

Baca juga: Gertak Vaksinasi Sasar Anak Usia 12-17 Tahun, 60 Siswa SMP di Bangli Mendapat Vaksin Covid-19

Cara meningkatkan saturasi oksigen dengan proning

Melansir NetMeds, sebelum melakukan teknik proning, siapkan dulu empat sampai lima buah bantal untuk membantu menyangga tubuh pasien.

Berikut cara meningkatkan saturasi oksigen dengan proning:

  1. Balikkan tubuh pasien dalam posisi tengkurap dengan menempatkan satu bantal di bawah leher, satu atau dua bantal di antara dada sampai paha atas, dan dua bantal di bawah tulang kering selama 30 menit
  2. Putar posisi tidur pasien menjadi miring ke kanan tanpa ganjalan bantal selama 30 menit
  3. Ganti posisi tidur pasien menjadi setengah duduk, dengan bagian punggung sampai tengkuk diganjal setidaknya lima bantal selama 30 menit
  4. Putar lagi posisi tidur pasien menjadi miring ke kiri tanpa ganjalan bantal selama 30 menit
  5. Kembalikan posisi tidur pasien ke posisi awal atau tidur tengkurap dengan ganjalan bantal tersebut
  6. Ganti posisi tidur pasien dengan mengulang langkah di atas tersebut setiap 30 menit sekali
  7. Pastikan detak jantung, tekanan darah, dan saturasi oksigen pasien terpantau stabil selama menjalankan teknik proning

Lamanya mengatur posisi tidur untuk proning sebenarnya bisa dilakukan antara 30 menit sampai 2 jam. Tapi, waktu terbaik untuk masing-masing posisi tidur disarankan maksimal 30 menit.

Teknik proning di atas bisa diberikan selama 16-18 jam sehari dalam beberapa siklus, asalkan pasien nyaman.

Setelah proning dan kadar saturasi oksigen sudah meningkat atau normal, baru kembalikan posisi tidur pasien dalam posisi terlentang.

Baca juga: Sebanyak 1.934 ODGJ Terpapar Covid-19, Penanganan Lebih Intensif

Perhatian, selama menjalankan teknik proning, pastikan sirkulasi udara di ruangan terjaga dengan baik. Pasien boleh melakukan proning mandiri apabila tidak ada orang sekitar yang membantu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved