Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Ketersediaan Oksigen di RSUD Wangaya Cukup Untuk 3 Hari, Dapat Bantuan Ventilator dari India

Kota Denpasar, Bali, benar-benar melakukan atensi terkait dengan ketersediaan oksigen di RSUD Wangaya.

Tribun Bali/Eurazmy
RSUD Wangaya - Ketersediaan Oksigen di RSUD Wangaya Cukup Untuk 3 Hari, Dapat Bantuan Ventilator dari India 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kota Denpasar, Bali, benar-benar melakukan atensi terkait dengan ketersediaan oksigen di RSUD Wangaya.

Di mana, Selasa 20 Juli 2021 malam kemarin, sudah didistribusikan oksigen untuk RSUD Wangaya.

“Kemarin malam sudah didistribusikan dan memang ketersediaan hanya mampu untuk tiga hari, artinya kita aman oksigen untuk tiga hari ke depan, sementara untuk pengiriman dilakukan dua hari sekali,” kata Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, Rabu 21 Juli 2021.

Pihaknya juga sudah meminta kepada Gubernur agar pendistribusian oksigen ini benar-benar dikawal.

Baca juga: Pemkot Denpasar Akan Jajaki Hotel di Masing-masing Kecamatan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Agar jangan sampai mengalami gangguan di jalan.

Jaya Negara menambahkan, untuk distribusi oksigen ke Bali memang mengalami penurunan.

Sebelumnya Bali mendapat distribusi oksigen 50 persen, namun kini mengalami penurunan menjadi 25 persen.

Hal ini dikarenakan kebutuhan oksigen di Jawa semakin tinggi.

Selain itu, ventilator di RSUD Wangaya juga terbatas, namun pihaknya juga mendapat bantuan ventilator dari India.

“Kami manfaatkan bantuan dari India itu. Memang sekarang ini kalau ada kasus yang sangat berat kami bawa ke RSUP Sanglah,” katanya.

Terkait ventilator dari India ini, sebelumnya diperkenalkan Monica Mahindra, Volunter Think Bali dari India yang berkunjung ke Kantor Wali Kota Denpasar pada Rabu 14 Juli 2021 lalu.

Ventilator atau alat bantu pernafasan ini dikembangkan oleh para ahli kesehatan dari India.

Monica Mahindra menjelaskan, bahwa AgVa Ventilator ini merupakan ventilator atau alat bantu pernafasan yang dibuat dan dikembangkan oleh ahli dari India sejak sebelum terjadinya pandemi.

Ventilator ini bekerja dengan kecerdasan artifisial (buatan) robotic work engineering.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved