Berita Bali
Sejumlah Objek Wisata & Mal di Bali Mulai Buka, Dispar & DPRD Ingatkan Prokes & Pakai PeduliLindungi
Jangan sampai terjadi peningkatan kasus positif bahkan semua harus terus menjaga agar Bali segera bisa terbebas dari Covid-19
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
"Daerah Jawa sudah kian membaik dan baik juga harus lebih baik dari daerah lain karena Bali menjadi sorotan dunia dan Bali menjadi daerah tujuan wisata utama di Indonesia," katanya.
Sementara mengenai persiapan-persiapan yang dilakukan untuk mengantisipasi kunjungan wisatawan nantinya baik domestik maupun mancanegara sudah disiapkan sejak lama.
Dinas Pariwisata sudah mempersiapkan Standar Operasional Prosedurnya (SOP) guna menyambut kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali.
"Kita juga telah mempersiapkan SOP wisman yang akan mendarat di Bali,"ujarnya.
Ia juga menyampaikan, Bali akan mengawali dengan mencoba kembali membuka pariwisata Bali (Travel Corridor) dengan negara-negara resiko Covid rendah.
Astawa berharap kasus di Bali terus melandai meski masih tetap ada yang terpapar tetapi angka kesembuhan juga terus meningkat.
Menyambut kedatangan wisatawan di Bali, wilayah zona hijau juga sudah disiapkan seperti Ubud, Sanur dan Nusa Dua dengan penerapan Cleaneliness Healt Safety and Environment (CHSE) sudah dilakukan.
Bahkan pihaknya berharap, vaksinasi bisa tuntas, diharapkan Bali dengan sembilan kabupaten kotanya semuanya bisa zona hijau.
Putu Astawa menambahkan, proses pemberian sertifikat CHSE kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata dan produk pariwisata lainnya juga sudah dilakukan untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan mebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Baca juga: Wajib Sertifikat CHSE, Prokes Harus Siap Sebelum Uji Coba Pariwisata di Klungkung
"Kalau seperti itu penanganan yang sudah kita lakukan untuk membuka kembali pariwisata Bali, saya rasa Bali bisa buka kembali," pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi menyebutkan bahwa pandemi dengan ekonomi memang harus seimbang, maka kebijakan yang dilakukan saat ini lebih tepat.
“Dengan dilonggarkannya ini bahwa pandemi dengan ekonomi harus seimbang. Kebijakan ini sudah tepat, karena ekonomi ternyata sangat berpengaruh dengan kehidupan masyarakat Bali. Mudah- mudahan juga dengan vaksinasi ini cepat berlalu,” jelasnya.
Politisi Partai Golkar ini juga menyebutkan bahwa di masyarakat, mereka lebih takut mati karena tidak makan daripada mati karena penyakit.
Sehingga kebijakan yang diterapkan sekarang ini dapat lebih tepat dalam memulihkan perekonomian masyarakat.
“Bagus sekali, karena kita lihat di masyarakat , ekonomi justru lebih penting. Katanya mereka tidak takut sama penyakit, karena mereka lebih takut mati tidak makan. Tindakan Pak Presiden dan Pak Gubernur sudah benar dan bagus sekali, kami dukung itu,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-kunjungan-wisatawan-di-dtw-tanah-lot-pada-hari-pertama-uji-coba.jpg)