Breaking News:

Berita Denpasar

Buruh Harian di Denpasar Nyambi Jadi Kurir Sabu, Ujang Dituntut Pidana Bui 9 Tahun

Ujang Saepudin (48) dituntut pidana bui selama sembilan tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tribun Bali/Putu Candra
Ujang saat menjalani sidang secara daring, Selasa 14 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ujang Saepudin (48) dituntut pidana bui selama sembilan tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa kelahiran Bandung, Jawa Barat 1 Juni 1973 ini dituntut pidana karena, diduga terlibat peredaran narkotik yakni sebagai kurir.

Ujang menjalani tuntutan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 14 September 2021.

Diketahui, Ujang ditangkap petugas kepolisian usai mengambil timbangan elektrik.

Namun saat digeledah di rumah terdakwa, petugas menemukan 1 plastik klip berisi sabu dengan berat 16,82 gram netto atau 17,02 gram brutto. 

Baca juga: Jadi Peluncur Sabu, Yudi Irawan Dituntut 11 Tahun Penjara

Lebih lanjut dalam surat tuntutan JPU Made Ayu Citra Maya Sari menyatakan, bahwa terdakwa Ujang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram. 

Perbuatan terdakwa diancam dalam pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama sembilan tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda Rp 800 juta subsider enam bulan penjara," tegas JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. 

Baca juga: Terbukti Jadi Perantara Jual Beli Sabu dan Ekstasi, Nyoman Ardika Menerima Dihukum 9 Tahun Penjara

Terhadap tuntutan JPU itu, terdakwa didampingi penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar langsung mengajukan pembelaan secara lisan. 

"Kami memohon keringanan hukuman terhadap terdakwa, yang mulia. Pertimbangannya, terdakwa telah mengakui dan menyesali perbuatannya. Terdakwa adalah tulang punggung keluarga dan belum pernah dihukum," papar Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum terdakwa. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved