Breaking News:

Berita Bangli

40 Koperasi di Bangli Terkategori Tidak Aktif, Termasuk yang Dikelola Instansi Pemkab Bangli

Dari 40 koperasi tersebut, salah satunya bahkan tercatat Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Eka Praja yang dikelola oleh gabungan instansi di Pemkab Bangli

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kantor KPN Eka Praja 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – 40 Koperasi di Bangli terkategori tidak aktif pada tahun 2021.

Dari 40 koperasi tersebut, salah satunya bahkan tercatat Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Eka Praja yang dikelola oleh gabungan instansi di Pemkab Bangli.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi UMKM, Nakertrans Bangli, I Wayan Pande Suarsawan saat ditemui Rabu 15 September 2021 menjelaskan, sesuai dengan Permenkop UKM RI 19/2015, suatu koperasi baru disebut tidak aktif apabila tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama tiga kali berturut-turut.

“Kalau belum tiga kali, itu masih tergolong aktif,” ujarnya.

Baca juga: Dishub Bangli Pesimistis Bisa Penuhi Retribusi Parkir Hingga Akhir Tahun

Pihaknya menyebutkan, berdasarkan data 2021 Bangli memiliki total 238 koperasi.

Dari jumlah tersebut, 198 koperasi tergolong aktif dan 40 sisanya tergolong tidak aktif.

Berdasarkan wilayahnya, jumlah koperasi yang paling banyak tidak aktif berada di Kecamatan Bangli dengan 20 koperasi, Kintamani 10 koperasi, Tembuku 6 koperasi, dan Susut 4 koperasi.

“Meskipun tergolong tidak aktif, koperasi tersebut belum bubar. Karena pembubaran itu ada dua, yang pertama pembubaran atas kehendak rapat anggota. Artinya mereka membubarkan diri. Dan yang ke dua, dibubarkan oleh Menteri,” jelasnya.

Baca juga: Giliran Karangasem dan Bangli, PSR Lanjutkan Roadshow Keliling Bali, Gelontor Bantuan UMKM

Penyebab koperasi tidak aktif, kata Suarsawan, salah satunya akibat pengelolaan administrasi yang tidak disiplin.

Dikatakan pula, sebenarnya tahun 2019 ada 43 koperasi yang tergolong tidak aktif. Namun tiga diantaranya berhasil diaktifkan kembali pada tahun 2020 melalui pendampingan.

Mulai dari pendampingan pembuatan laporan, mengaktifkan kembali anggota, reshuffle pengurus, hingga pendampingan rapat luar biasa yang sudah ditentukan oleh anggaran dasar.

Dari 40 koperasi yang tidak aktif, KPN Eka Praja menjadi salah satunya.

Koperasi yang beranggotakan gabungan instansi di Pemkab Bangli itu tidak aktif sejak tahun 2020, mengingat sejak tahun 2017 tidak pernah menggelar RAT.

Baca juga: Temui Bupati Bangli, Pimpinan BKSAP DPR Dorong Penguatan Sektor Pertanian Sebagai Penyangga Ekonomi

Padahal sesuai data hingga tahun 2020, KPN

Baca juga: Bocor Saat Hujan, Pemkab Bangli Siapkan Anggaran Rp 200 Juta untuk Perbaiki Pasar Kidul

Eka Praja memiliki total aset senilai Rp. 2 miliar lebih.

Suarsawan mengatakan, sejatinya koperasi tersebut masih ada pengelola dan tetap berjalan.

Yang menjadi kendala yakni tidak memiliki kemampuan untuk membuat laporan keuangan sesuai standar administrasi koperasi.

“Misalnya neraca lajur, laporan pos-pos neraca, neraca singkat, dan sebagainya. Karena standar laporan keuangan ini menjadi standar untuk melakukan RAT,” beber dia.

Menurutnya koperasi yang bergerak di kegiatan usaha simpan pinjam, usaha toko, usaha kantin, dan usaha fotokopi ini masih berpeluang untuk dihidupkan kembali. Terlebih diketahui koprasi tersebut masih mendapatkan keuntungan.

“Tahun 2020 ada keuntungan sebesar Rp52 juta. Yang jadi permasalahan hanya RATnya saja. Oleh sebab itu sejak beberapa tahun terakhir teman-teman di Dinas sudah melakukan pendampingan untuk membuat laporan keuangan sesuai standar administrasi koperasi."

"Dan sekarang sudah ada perubahan, sudah bisa bikin daftar kolektibilitas keuangan. Tahun ini jika mereka menggelar RAT statusnya sudah bisa aktif kembali,” tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved