Breaking News:

Berita Tabanan

Diduga Rem Blong, Truk Merah Seruduk Palinggih Sapu Jagat di Selemadeg Tabanan

Sebuah kendaraan truk berwarna merah mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) di jalur tengkorak Jalan Denpasar-Gilimanuk

Polsek Selemadeg
Kondisi di TKP setelah truk warna merah menabrak sebuah palinggih di persimpangan jalan wilayah Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat 8 Oktober. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Sebuah kendaraan truk berwarna merah mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) di jalur tengkorak Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat 8 Oktober 2021.

Akibatnya, truk tersebut menabrak sebuah palinggih yang terletak di persimpangan jalan (TKP).

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya saja sebuah palinggih roboh dan kendaraan mengalami kerusakaan pada bagian depan.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa lakalantas yang diakibatkan karena out of control (OC) alias oleng terjadi sekitar pukul 10.40 Wita.

Sebelum kejadian, truk warna merah yang dikendarai oleh Sujarno (51) ini bergerak dari arah barat atau jalur Gilimanuk.

Baca juga: Rem Blong, Truk Tabrak Tebing di Rendang Karangasem, Kerugian 60 Juta

Baca juga: Tabrakan Beruntun di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Truk Fuso Alami Rem Blong Lalu Tabrak 3 Mobil

Baca juga: Diduga Rem Blong, Mobil Penumpang 7 Orang Terperosok ke Jurang di Buleleng, Bayi Usia 4 bulan Tewas

Saat itu, truk ini bermuatan paket. 

Namun, setibanya di TKP yang merupakan persimpangan dengan Palinggih berada di tengah persimpangan, diduga truk tersebut mengalami rem blong sehingga sopir tak bisa menguasai kendaraannya yang kemudian menabrak Palinggih Sapu Jagat yang berada tepat di persimpangan Antosari hingga roboh.

"Astungkara tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Tapi ada kerusakan kendaraan truk pada bagian depan dan Pelinghih Sapu Jagat tersebut roboh," ungkap Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia saat dikonfirmasi, Jumat 8 Oktober 2021. 

Disinggung mengenai kerugian, Subagia menyatakan masih sedang dalam penyelidikan.

Sebab kerugiannya belum dapat ditafsirkan. 

"Kerugiannya masih belum bisa kita hitunt," tandasnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved