Tips Kesehatan
Serangan Jantung, Kenali Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya
Serangan jantung, kenali gejala, penyebab, hingga pengobatannya, jangan sampai terlambat!
TRIBUN-BALI.COM - Serangan jantung, kenali gejala, penyebab, hingga pengobatannya.
Sedini mungkin mengetahui gejala penyakit jantung, bisa membantu pengobatananya.
Serangan jantung terjadi saat aliran darah menuju jantung tersumbat.
Penyumbatan dapat disebabkan oleh penumpukan lemak, kolesterol.
Atau zat lain yang membentuk plak di arteri yang mengarah pada jantung (arteri koroner).
Baca juga: Termasuk Daun Kelor, Ini 5 Tanaman Herbal yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Plak dapat pecah dan membentuk gumpalan yang menghalangi aliran darah.
Aliran darah yang terputus dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.
Serangan jantung merupakan keadaan darurat medis yang harus segera ditangani.
GEJALA
Beberapa tanda yang dirasakan seseorang sebelum serangan jantung, umumnya:
- sakit dada, terasa ditekan atau diremas oleh benda berat
- nyeri tubuh bagian atas
- berkeringat
- mual
- kelelahan
- kesulitan bernapas
- merasa lemah atau pusing, atau keduanya
Penting untuk diketahui bahwa tidak semua orang mengalami nyeri dada parah, khususnya pada wanita.
Rasa sakit yang tergolong ringan seringkali disalahartikan sebagai gangguan pencernaan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui jika seseorang mengalami serangan jantung.
Adalah dengan mengetahui kombinasi dari gejala yang timbul.
Ketahui gejala untuk mendeteksi dini penyakit jantung.
Baca juga: Efek Buruk Malas Bergerak, Menyebabkan Gangguan Kesehatan hingga Mudah Terkena Serangan Jantung
PENYEBAB
Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan serangan jantung.
Penyebab paling umum adalah penumpukan plak di arteri (aterosklerosis) yang mencegah masuknya darah ke otot jantung, disebut juga sebagai penyakit jantung koroner (PJK).
Selain itu, serangan jantung juga bisa disebabkan oleh penggumpalan atau robeknya pembuluh darah.
Faktor yang meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, meliputi:
- Umur. Orang berusia di atas 65 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung
- Jenis kelamin. Pria lebih rentan terkena serangan jantung ketimbang wanita
- Riwayat kesehatan keluarga. Jika terdapat riwayat keluarga dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, atau diabetes, maka akan lebih rentan
- Ras. Orang keturunan Afrika memiliki risiko lebih tinggi
DIAGNOSIS
Untuk mengkonfirmasi jika seseorang memiliki serangan jantung, dokter akan melakukan beberapa tes di bawah ini:
1. Elektrokardiogram (EKG)
Alat yang merekam impuls listrik pada jantung.
Bacaan dari EKG dapat memberi tahu letak bagian jantung yang terkena gangguan.
Baca juga: Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung, Ini 5 Khasiat Alpukat yang Melimpah
2. Tes darah
Beberapa tes darah yang dilakukan setiap empat hingga 8 jam dapat membantu diagnosis serangan jantung.
Keberadaan enzim jantung pada darah dapat mengindikasikan adanya kerusakan otot jantung.
3. Ekokardiografi
Rontgen ini dapat memberitahukan letak bagian jantung yang tidak memompa dengan seharusnya.
4. Kateterisasi jantung
Disebut juga cath jantung.
Digunakan jika selama jam-jam pertama serangan jantung obat tidak membantu iskemia atau gejala lain yang timbul.
Cath jantung dapat memberikan gambaran arteri yang tersumbat dan membantu dokter menentukan perawatan.
5. Tes stres
Pasien akan diminta tes treadmill atau pemindaian radionuklida untuk memeriksa jika area jantung lain masih berisiko terkena serangan jantung lain.
KOMPLIKASI
Beberapa komplikasi yang dapat diakibatkan oleh serangan jantung, meliputi:
• gangguan pada ritme normal jantung (aritmia)
• gagal jantung
• kebocoran katup jantung
Baca juga: CARA Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19, Apa Saja Itu?
PERAWATAN
Ketika mendapati seseorang terkena serangan jantung, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membawa ke pusat layanan medis.
Dalam penanganan darurat, pasien akan mendapatkan obat untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut di jantung.
Terapi obat juga bertujuan untuk:
• mengurangi tekanan pada jantung
• memecah atau mencegah pembekuan darah
• menghentikan trombosit yang mengumpulkan dan menempel pada plak
• menstabilkan plak
• mencegah lebih banyak iskemia
Obat harus didapatkan sesegera mungkin untuk mencegah kerusakan jantung lebih lanjut.
Saat dalam perjalanan ke rumah sakit, pasien juga dapat mengunyah dan menelan tablet aspirin (idealnya 300 mg) selama tidak memiliki alergi terhadap aspirin.
Aspirin dapat membantu mengencerkan darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung.
Selain terapi obat, operasi juga dapat membantu memperbaiki saluran jantung yang tersumbat.
(Kompas.com/Xena Olivia)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Serangan Jantung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/serangan-jantung_20180219_125208.jpg)